Pidato atau khotbah.

Pidato atau khotbah.
Pidato ialah aktivitas mengungkapkan pikiran, ide, gagasan secara
lisan dalam bentuk rangkaian kata-kata atau kalimat kepada orang
banyak dengan tujuan tertentu. Pidato biasanya dilakukan dalam acaraacara
resmi, seremonial, dan pertemuan-pertemuan ilmiah. Pidato
merupakan bentuk komunikasi satu arah karena terdiri atas pemberi
pidato satu orang dan orang banyak sebagai pendengar.
Bahasa dan isi pidato disesuaikan dengan pendengar (audience)
berdasarkan, tingkat pemikiran atau pendidikan, usia, dan topik
pembicaraan. Bagian-bagian pidato ialah seperti berikut.
1. Bagian pembukaan berisi:
(1) salam pembuka
(2) ungkapan sapaan
(3) puji syukur kepada Tuhan
(4) penegasan konteks pertemuan atau acara
2. Bagian isi berisi uraian pidato sesuai dengan yang telah
direncanakan atau ingin disampaikan.
3. Penutup pidato, berisi:
(1) kesimpulan isi pidato
(2) harapan-harapan atau himbauan
(3) ucapan terima kasih dan permohonan maaf
(4) salam penutup
Beberapa hal berikut harus diperhatikan dalam menyimak pidato.
1. Simaklah isi pidato dengan saksama dari awal hingga akhir.
2. Pahami gagasan, pendapat, atau pesan yang disampaikan dalam
pidato.
3. Ingatlah atau catatlah hal-hal penting yang terdapat dalam uraian
pidato dan beri komentar.
38 Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Unggul Kelas XII
Contoh Pidato:
MEMASUKI ABAD
TEKNOLOGI, INFORMASI, DAN GLOBALISASI
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua.
Yth. Bapak/Ibu Kepala Sekolah
Bapak/Ibu Guru yang saya hormati
dan rekan-rekan pelajar yang saya banggakan.
Pertama-tama saya ucapkan terima kasih atas kesempatan yang
diberikan kepada saya untuk menyampaikan pidato saya dengan tema:
memasuki abad teknologi, informasi, dan globalisasi.
Indonesia kini telah memasuki abad baru, yaitu abad teknologi,
informasi, dan globalisasi. Dalam masa ini, hanya negara-negara yang
memiliki sumber daya manusia (SDM) berkualitas, memiliki daya saing
yang tinggi, serta memiliki jati diri yang kuat yang dapat bertahan hidup
dan memenangkan persaingan di arena percaturan global.
Dengan memasuki abad baru, hampir seluruh arus barang, jasa,
informasi, manusia, dan bahkan adat budaya akan makin bebas keluar
masuk ke suatu negara. Dampak positif globalisasi membawa kemajuan
yang pesat bagi kehidupan dan pembangunan, namun dampak negatifnya
akan berpengaruh terhadap nilai-nilai peradaban dan budaya bangsa.
Kita sebagai pelajar harus mengembangkan sikap disiplin dan etos
kerja yang tinggi, membiasakan dan membina sikap yang teguh, tegar, dan
tangguh penuh kreativitas dan dinamis, dalam berbagai macam kesulitan
dan ujian serta tantangan kehidupan.
Selain itu, kita juga harus berkomitmen tinggi, jujur, inovatif, dan
mandiri. Berkomitmen tinggi artinya kita harus memfokuskan kepada
tugas yang kita kerjakan dan berupaya untuk memperoleh hasil yang
maksimal. Jujur, yaitu kita harus jujur dalam mengerjakan pekerjaan kita,
tidak melakukan hal-hal negatif yang berhubungan dengan pekerjaan kita,
dan tidak melakukan kecurangan. Mandiri, yaitu kita harus mengerjakan
Bahasa Indonesia SMK/MAK Setara Tingkat Unggul Kelas XII 39
tugas kita sendiri tanpa meminta orang lain untuk mengerjakannya.
Simpulannya bahwa dalam memasuki era teknologi, informasi dan
globalisasi, kita harus meningkatkan sumber daya manusia yang kita
miliki untuk siap bersaing. Kita juga harus menyiapkan mental, sikap dan
semangat untuk meraih prestasi setinggi-tingginya baik dalam menuntut
ilmu maupun bekerja serta senantiasa menghindari pengaruh-pengaruh
negatif globalisasi.
Hadirin yang berbahagia,
Karena itu, melalui pidato ini saya mengajak rekan-rekan pelajar sebagai
generasi muda penerus bangsa untuk mampu memelihara kepribadian
dan jati diri bangsa, serta menjaga dan mengembangkan nilai-nilai budaya
nasional dalam cara yang benar dan positif.
Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Bapak/
Ibu serta rekan-rekan pelajar yang telah mendengarkan pidato saya. Mohon
maaf bila dalam penyampaian pidato ini terdapat kekeliruan dan kesalahan
perkataan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
(Sumber Tugas Siswa SMK N 44, dengan sedikit tambahan)

Pembelajaran Bahasa Indonesia

Untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang strategi pembelajaran Bahasa Indonesia dan efektivitasnya terhadap pencapaian tujuan belajar, kajian pustaka penelitian ini akan difokuskan pada (1) pembelajaran bahasa, (2) strategi pembelajaran Bahasa Indonesia, meliputi metode dan teknik pembelajaran Bahasa Indonesia, dan (3) hasil pembelajaran

 

2.1 Pembelajaran Bahasa

Pembelajaran merupakan upaya membelajarkan siswa Degeng (1989). Kegiatan pengupayaan ini akan mengakibatkan siswa dapat mempelajari sesuatu dengan cara efektif dan efisien. Upaya-upaya yang dilakukan dapat berupa analisis tujuan dan karakteristik studi dan siswa, analisis sumber belajar, menetapkan strategi pengorganisasian, isi pembelajaran, menetapkan strategi penyampaian pembelajaran, menetapkan strategi pengelolaan pembelajaran, dan menetapkan prosedur pengukuran hasil pembelajaran. Oleh karena itu, setiap pengajar harus memiliki keterampilan dalam memilih strategi pembelajaran untuk setiap jenis kegiatan pembelajaran. Dengan demikian, dengan memilih strategi pembelajaran yang tepat dalam setiap jenis kegiatan pembelajaran, diharapkan pencapaian tujuan belajar dapat terpenuhi. Gilstrap dan Martin (1975) juga menyatakan bahwa peran pengajar lebih erat kaitannya dengan keberhasilan pebelajar, terutama berkenaan dengan kemampuan pengajar dalam menetapkan strategi pembelajaran.

Belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar komunikasi. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pebelajar dalam berkomunikasi, baik lisan maupun tulis (Depdikbud, 1995). Hal ini relevan dengan kurikulum 2004 bahwa kompetensi pebelajar bahasa diarahkan ke dalam empat subaspek, yaitu membaca, berbicara, menyimak, dan mendengarkan.

Sedangkan tujuan pembelajaran bahasa, menurut Basiran (1999) adalah keterampilan komunikasi dalam berbagai konteks komunikasi. Kemampuan yang dikembangkan adalah daya tangkap makna, peran, daya tafsir, menilai, dan mengekspresikan diri dengan berbahasa. Kesemuanya itu dikelompokkan menjadi kebahasaan, pemahaman, dan penggunaan. Sementara itu, dalam kurikulum 2004 untuk SMA dan MA, disebutkan bahwa tujuan pemelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia secara umum meliputi (1) siswa menghargai dan membanggakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan (nasional) dan bahasa negara, (2) siswa memahami Bahasa Indonesia dari segi bentuk, makna, dan fungsi,serta menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk bermacam-macam tujuan, keperluan, dan keadaan, (3) siswa memiliki kemampuan menggunakan Bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan intelektual, kematangan emosional,dan kematangan sosial, (4) siswa memiliki disiplin dalam berpikir dan berbahasa (berbicara dan menulis), (5) siswa mampu menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk mengembangkan kepribadian, memperluas wawasan kehidupan, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa, dan (6) siswa menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.

Untuk mencapai tujuan di atas, pembelajaran bahasa harus mengetahui prinsip-prinsip belajar bahasa yang kemudian diwujudkan dalam kegiatan pembelajarannya, serta menjadikan aspek-aspek tersebut sebagai petunjuk dalam kegiatan pembelajarannya. Prinsip-prinsip belajar bahasa dapat disarikan sebagai berikut. Pebelajar akan belajar bahasa dengan baik bila (1)  diperlakukan sebagai individu yang memiliki kebutuhan dan minat, (2) diberi kesempatan berapstisipasi dalam penggunaan bahasa secara komunikatif dalam berbagai macam aktivitas, (3) bila ia secara sengaja memfokuskan pembelajarannya kepada bentuk, keterampilan, dan strategi untuk mendukung proses pemerolehan bahasa, (4) ia disebarkan dalam data sosiokultural dan pengalaman langsung dengan budaya menjadi bagian dari bahasa sasaran, (5) jika menyadari akan peran dan hakikat bahasa dan budaya, (6) jika diberi umpan balik yang tepat menyangkut kemajuan mereka, dan (7) jika diberi kesempatan untuk mengatur pembelajaran mereka sendiri (Aminuddin, 1994).

 

2.2 Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia

Pembicaraaan mengenai strategi pembelajaran bahasa tidak terlepas dari pembicaraan mengenai pendekatan, metode, dan teknik mengajar.  Machfudz (2002) mengutip penjelasan Edward M. Anthony (dalam H. Allen and Robert, 1972) menjelaskan sebagai berikut.

2.2.1 Pendekatan Pembelajaran

Istilah pendekatan dalam pembelajaran bahasa mengacu pada teori-teori tentang hakekat bahasa dan pembelajaran bahasa yang berfungsi sebagai sumber landasan/prinsip pengajaran bahasa. Teori tentang hakikat bahasa mengemukakan asumsi-asumsi dan tesisi-tesis tentang hakikat bahasa, karakteristik bahasa, unsur-unsur bahasa, serta fungsi dan pemakaiannya sebagai media komunikasi dalam suatu masyarakat bahasa. Teori belajar bahasa mengemukakan proses psikologis dalam belajar bahasa sebagaimana dikemukakan dalam psikolinguistil. Pendekatan pembelajaran lebih bersifat aksiomatis dalam definisi bahwa kebenaran teori-teori linguistik dan teori belajar bahasa yang digunakan tidak dipersoalkan lagi. Dari pendekatan ini diturunkan metode pembelajaran bahasa. Misalnya dari pendekatan berdasarkan teori ilmu bahasa struktural yang mengemukakan tesis-tesis linguistik menurut pandangan kaum strukturalis dan pendekatan teori belajar bahasa menganut aliran behavioerisme diturunkan metode pembelajaran bahasa yang disebut Metode Tata Bahasa (Grammar Method).

 

2.2.2 Metode Pembelajaran

Istilah metode berarti perencanaan secara menyeluruh untuk menyajikan materi pelajaran bahasa secara teratur. Istilah ini bersifat prosedural dalam arti penerapan suatu metode dalam pembelajaran bahasa dikerjakan dengan melalui langkah-langkah yang teratur dan secara bertahap, dimulai dari penyusunan perencanaan pengajaran, penyajian pengajaran, proses belajar mengajar, dan penilaian hasil belajar.

Dalam strategi pembelajaran, terdapat variabel metode pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu strategi pengorganisasian isi pembelajaran, (b) strategi penyampaian pembelajaran, dan (c) startegi pengelolaan pembelajaran (Degeng, 1989). Hal ini akan dijelaskan sebagai berikut.

(a)    Strategi Pengorganisasian Isi Pembelajaran

Adalah metode untuk mengorganisasikan isi bidang studi yang telah dipilih untuk pembelajaran. “Mengorganisasi” mengacu pada tindakan seperti pemilihan isi, penataan isi, pembuatan diagram, format, dan lain-lain yang setingkat dengan itu. Strategi penyampaian pembelajaran adalah metode untuk menyampaikan pembelajaran kepada pebelajar untuk menerima serta merespon masukan yang berasal dari pebelajar. Adapun startegi pengelolaan pembelajaran adalah metode untuk menata interaksi antara pebelajar dengan variabel pengorganisasian dan penyampaian isi pembelajaran.

Strategi pengorganisasian isi pembelajaran dibedakan menjadi dua jenis, yaitu strategi pengorganisasian pada tingkat mikro dan makro. Strategi mikro mengacu pada metode untuk mengorganisasian isi pembelajaran yang berkisar pada satu konsep atau prosedur atau prinsip. Sedangkan strategi makro mengacu pada metode untuk mengorganisasi isis pembelajaran yang melibatkan lebih dari satu konsep atau prosedur atau prinsip. Strategi makro lebih banyak berurusan dengan bagaimana memilih, menata ururtan, membuat sintesis, dan rangkuman isi pembelajaran yang paling berkaitan. Penataan ururtan isi mengacku pada keputusan tentang bagaimana cara menata atau menentukan ururtan konsep, prosedur atau prinsip-prinsip hingga tampak keterkaitannya dan menjadi mudah dipahami.

 

(b)   Strategi Penyampaian Pembelajaran

Strategi penyampaian pembelajaran merupakan komponen variabel metode untuk melaksanakan proses pembelajaran. Strategi ini memiliki dua fungsi, yaitu (1) menyampaikan isi pembelajaran kepada pebelajar, dan (2) menyediakan informasi atau bahan-bahan yang diperlukan pebelajar untuk menampilkan unjuk kerja (seperti latihan tes).

Secara lengkap ada tiga komponen yang perlu diperhatikan dalam mendeskripsikan strategi penyampaian, yaitu (1) media pembelajaran, (2) interaksi pebelajar dengan media, dan (3) bentuk belajar mengajar.

(1)   Media Pembelajaran

Media pembelajaran adalah komponen strategi penyampaian yang dapat dimuat pesan yang akan disampaikan kepada pebelajar baik berupa orang, alat, maupun bahan. Interkasi pebelajar dengan emdia adalah komponen strategi penyampaian pembelajaran yang mengacu kepada kegiatan belajar. Adapun bentuk belajar mengajar adalah komponen strategi penyampaian pembelajaran yang mengacu pada apakah pembelajaran dalam kelompok besar, kelompok kecil, perseorangan atau mandiri (Degeng, 1989).

Martin dan Brigss (1986) mengemukakan bahwa media pembelajaran mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dengan pembelajaran.

Essef dan Essef (dalam Salamun, 2002) menyebutkan tiga kriteria dasar yang dapat digunakan untuk menyeleksi media, yaitu (1) kemampuan interaksi media di dalam menyajikan informasi kepada pebelajar, menyajikan respon pebelajar, dan mengevaluasi respon pebelajar, (2) implikasi biaya atau biaya awal melipui biaya peralatan, biaya material (tape, film, dan lain-lain) jumlah jam yang diperlukan, jumlah siswa yang menerima pembelajaran, jumlah jam yang diperlukan untuk pelatihan, dan (3) persyaratan yang mendukungh atau biaya operasional.

 

(2)   Interaksi Pebelajar Dengan Media

Bentuk interaksi antara pembelajaran dengan media merupakan komponen penting yang kedua untuk mendeskripsikan strategi penyampaian. Komponen ini penting karena strategi penyampaian tidaklah lengkap tanpa memebri gambaran tentang pengaruh apa yang dapat ditimbulkan oleh suatu media pada kegiatan belajar siswa. Oleh sebab itu, komponen ini lebih menaruh perhatian pada kajian mengenai kegiatan belajar apa yang dilakukan oleh siswa dan bagaimana peranan media untuk merangsang kegiatan pembelajaran.

 

(3)   Bentuk Belajar Mengajar

Gagne (1968) mengemukakan bahwa “instruction designed for effective learning may be delivered in a number of ways and may use a variety of media”. Cara-cara untuk menyampaikan pembelajaran lebih mengacu pada jumlah pebelajar dan kreativitas penggunaan media. Bagaimanapun juga penyampaian pembelajaran dalam kelas besar menuntu penggunaan jenis media yang berbeda dari kelas kecil. Demikian pula untuk pembelajaran perseorangan dan belajar mandiri.

 

(c)    Strategi Pengelolaan Pembelajaran

Strategi pengelolaan pembelajaran merupakan komponen variabel metode yang berurusan dengan bagaimana interaksi antara pebelajar dengan variabel-variabel metode pembelajaran lainnya. Strategi ini berkaitan dengan pengambilan keputusan tentang strategi pengorganisasian dan strategi penyampaian tertentu yang digunakan selama proses pembelajaran. Paling sedikit ada empat klasifikasi variabel strategi pengelolaan pembelajaran yang meliputi (1) penjadwalan penggunaan strategi pembelajaran, (2) pembuatan catatan kemajuan belajar siswa, dan (3) pengelolaan motivasional, dan (4) kontrol belajar.

Penjadwalan penggunaan strategi pembelajaran atau komponen suatu strategi baik untuk strategi pengorganissian pembelajaran maupun strategi penyampaian pembelajaran merupakan bagian yang penting dalam pengelolaan pembelajaran.  Penjadwalan penggunaan strategi pengorganisasian pembelajaran biasanya mencakup pertanyaan “kapan dan berapa lama siswa menggunakan setiap komponen strategi pengorganisasian”. Sedangkan penjadwalan penggunaan strategi penyampaian melibatkan keputusan, misalnya “kapan dan untuk berapa lama seorang siswa menggunakan suatu jenis media”.

Pembuatan catatan kemajuan belajar siswa penting sekali bagi keperluan pengambilan keputusan-keputusan yang terkait dengan strategi pengelolaan. Hal ini berarti keputusan apapun yang dimabil haruslah didasarkan pad ainformasi yang lengkap mengenai kemajuan belajar siswa tentang suatu konsep, prosedur atau prinsip? Bila menggunakan pengorganisasian dengan hierarki belajar, keputusna yang tepat mengenai unsur-unsur mana saja yang ada dalam hierarki yang diajarkan perlu diambil. Semua ini dilakukan hanya apabila ada catatan yang lengkap mengenai kemajuan belajar siswa.

Pengelolaan motivasional merupakan bagian yang amat penting dari pengelolaan inetraksi siswa dengan pembelajaran. Gunanya untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Sebagian besar bidang kajian studi sebenarnya memiliki daya tarik untuk dipelajari, namun pembelajaran gagal menggunakannya sebagai alat motivasional. Akibatnya, bidang studi kehilangan daya tariknya dan yang tinggal hanya kumpulan fakta dan konsep, prosedur atau prinsip yang tidak bermakna.

Jack C. Richards dan Theodore S. Rodgers (dalam Machfudz, 2002) menyatakan dalam bukunya “Approaches and Methods in Language Teaching” bahwa metode pembelajaran bahasa terdiri dari (1) the oral approach and stiuasional language teaching, (2) the audio lingual method, (3) communicative language teaching, (4) total phsyical response, (5) silent way, (6) community language learning, (7) the natural approach, dan (8) suggestopedia.

Saksomo (1984) menjelaskan bahwa metode dalam pembelajaran Bahasa Indonesia antara lain (1) metode gramatika-alih bahasa, (2) metode mimikri-memorisasi, (3) metode langsung, metode oral, dan metode alami, (4) metode TPR dalam pengajaran menyimak dan berbicara, (5) metode diagnostik dalam pembelajaran membaca, (6) metode SQ3R dalam pembelajaran membaca pemahaman, (7) metode APS dan metode WP2S dalam pembelajaran membaca permulaan, (8) metode eklektik dalam pembelajaran membaca, dan (9) metode SAS dalam pembelajaran membaca dan menulis permulaan.

Menurut Reigeluth dan Merril (dalam Salamun, 2002) menyatakan bahwa klasifikasi variabel pembelajaran meliputi (1) kondisi pembelajaran, (2) metode pembelajaran, dan (3) hasil pembelajaran.

(1)   Kondisi Pembelajaran

Kondisi pembelajaran adalah faktor yang mempengaruhi efek metode dalam meningkatkan hasil pembelajaran (Salamun, 2002). Kondisi ini tentunya berinteraksi dengan metode pembelajaran dan hakikatnya tidak dapat dimanipulasi. Berbeda dengan halnya metode pembelajaran yang didefinisikan sebagai cara-cara yang berbeda untuk mencapai hasil pembelajaran yang berbeda di bawah kondisi pembelajaran yang berbeda. Semua cara tersebut dapat dimanipulasi oleh perancang-perancang pembelajaran. Sebaliknya, jika suatu kondisi pembelajaran dalam suatu situasi dapat dimanipulasi, maka ia berubah menjadi metode pembelajaran. Artinya klasifikasi variabel-variabel yang termasuk ke dalam kondisi pembelajaran, yaitu variabel-variabelmempengaruhi penggunaan metode karena ia berinteraksi  dengan metode danm sekaligus di luar kontrol perancang pembelajaran. Variabel dalam pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu (a) tujuan dan karakteristik bidang stuydi, (bahasa) kendala dan karakteristik bidang  studi, dan (c) karakteristik pebelajar.

 

(2)   Metode Pembelajaran

Machfudz (2000) mengutip penjelasan Edward M. Anthony (dalam H. Allen and Robert, 1972) menjelaskan bahwa istilah metode dalam pembelajaran Bahasa Indonesia berarti perencanaan secara menyeluruh untuk menyajikan materi pelajaran bahasa secara teratur. Istilah ini lebih bersifat prosedural dalam arti penerapan suatu metode dalam pembelajaran bahasa dikerjakan dengan melalui langkah-langkah yang teratur dan secara bertahap, dimulai dari penyusunan perencanaan pengajaran, penyajian pengajaran, proses belajar mengajar, dan penilaian hasil belajar. Sedangkan menurut Salamun (2002), metode pembelajaran adalah cara-cara yang berbeda untuk mencapai hasil pembelajaran yang berbeda di bawah kondisi yang berbeda. Jadi dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah sebuah cara untuk perencanaan secara utuh dalam menyajikan materi pelajaran secara teratur dengan cara yang berbeda-beda untuk mencapai hasil pembelajaran yang berbeda di bawah kondisi yang berbeda.

(3)   Hasil Pembelajaran

Hasil pembelajaran adalah semua efek yang dapat dijadikan sebagai indikator tentang nilai dari penggunaan metode pembelajaran (Salamun, 2002). Variabel hasil pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian, yaitu kefektifav, (2) efisiensi, dan (3) daya tarik.

Hasil pembelajaran dapat berupa hasil nyata (actual outcomes), yaitu hasil nyata yang dicapai dari penggunaan suatu metode di bawah kondisi tertentu, dan hasil yang diinginkan (desired outcomes), yaitu tujuan yang ingin dicapai yang sering mempengaruhi keputusan perancang pembelajaran dalam melakukan pilihan metode sebaiknya digunakan klasifikasi variabel-variabel pembelajaran tersebut secara keseluruhan ditunjukkan dalam diagram berikut.

 

Kondisi Tujuan dan karakteristik bidang studi Kendala dan karakteristik bidang studi Karakteristik siswa
             
Metode Strategi pengorganisasian pembelajaran: strategi makro dan strategi mikro Strategi penyampaian pembelajaran Strategi pengelolaan pembelajaran

 

             
             
Hasil

Keefektifan, efisiensi, dan daya tarik pembelajaran

 

Diagram 1: Taksonomi variabel pembelajaran (diadaptasi dari Reigeluth dan Stein: 1983)

 

Keefektifan pembelajaran dapat diukur dengan tingkat pencapaian pebelajar. Efisiensi pembelajaran biasanya diukur rasio antara jefektifan dan jumlah waktu yang dipakai pebelajar dan atau jumlah biaya pembelajaran yang digunakan. Daya tatik pembelajaran biasanya juga dapat diukur dengan mengamati kecenderungan siswa untun tetap terus belajar. Adapaun daya tarik pembelajaran erat sekali dengan daya tarik bidang studi. Keduanya dipengaruhi kualitas belajar.

 

2.2.3 Teknik Pembelajaran

Istilah teknik dalam pembelajaran bahasa mengacu pada pengertian implementasi perencanaan pengajaran di depan kelas, yaitu penyajian pelajaran dalam kelas tertentu dalam jam dan materi tertentu pula. Teknik mengajar berupa berbagai macam cara, kegiatan, dan kiat (trik) untuk menyajikan pelajaran dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. Teknik pembelajaran bersifat implementasi, individual, dan situasional.

Saksomo (1983) menyebutkan teknik dalam pembelajaran Bahasa Indonesia antara lain (1) ceramah, (2) tanya—jawab , (3) diskusi, (4) pemebrian tugas dan resitasi, (5) demonstrasi dan eksperimen, (6) meramu pendapat (brainstorming), (7) mengajar di laboratorium, (8) induktif, inkuiri, dan diskoveri, (9) peragaan, dramatisasi, dan ostensif, (10) simulasi, main peran, dan sosio-drama, (11) karya wisata dan bermain-main, dan (12) eklektik, campuran, dan serta—merta.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Basiran, Mokh. 1999. Apakah yang Dituntut GBPP Bahasa Indonesia Kurikulum 1994?. Yogyakarta: Depdikbud

Darjowidjojo, Soenjono. 1994. Butir-butir Renungan Pengajaran Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Asing. Makalah disajikan dalam Konferensi Internasional Pengajaran Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Asing. Salatiga: Univeristas Kristen Satya Wacana

Degeng, I.N.S. 1997. Strategi Pembelajaran Mengorganisasi Isi dengan Model Elaborasi. Malang: IKIP dan IPTDI

Depdikbud. 1995. Pedoman Proses Belajar Mengajar di SD. Jakarta: Proyek Pembinaan Sekolah Dasar

Machfudz, Imam. 2000. Metode Pengajaran Bahasa Indonesia Komunikatif. Jurnal Bahasa dan Sastra UM

Moeleong, Lexy J. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosyda Karya.

Saksomo, Dwi. 1983. Strategi Pengajaran Bahasa Indonesia. Malang: IKIP Malang

Salamun, M. 2002. Strategi Pembelajaran Bahasa Arab di Pondok Pesantren. Tesis.. Tidak diterbitkan

Sholhah, Anik. 2000. Pertanyaan Tutor dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing di UM. Skripsi. Tidak diterbitkan.

Subyakto, Sri Utari. 1988. Metodologi Pengajaran Bahasa. Jakarta: Dirjen Dikti Depdikbud

Sugiono, S. 1993. Pengajaran Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Asing. Makalah disajikan dalam Konferensi Bahasa Indonesia; VI. Jakarta: 28 Oktober—2 Nopember 1993

Suharyanto. 1999. Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD. Yogyakarta: Depdikbud

 

 

UTS Ganjil 2009

KERJAKAN SOAL ESAI BERIKUT!

  1. Jelaskan tentang (a) fungsi bahasa Indonesia, (b) kedudukan bahasa Indonesia, (c) ragam bahasa Indonesia, dan (e) hubungan bahasa dan berpikir ilmiah!
  2. Buatlah karangan sederhana tentang “Mengapa Saya Memilih Jurusan Pendidikan Fisika/Bahasa Arab?” (pilih salah satu sesuai dengan program studi, karangan minimal satu paragraf)!
  3. Bacalah referensi tentang dari situs http://romisatriawahono.net/2008/01/23/meluruskan-salah-kaprah-tentang-e-learning/ atau masukkan kata kunci “salah kaprah e-learning, romi satrio wahono” di search engine seperti www.google.com atau www.yahoo.com atau www.bing.com, dll.! Dari referensi tersebut, buatlah (a) kutipan langsung bertanda kutip (<40 kata), (b) kutipan langsung bertanda elipsis (<40 kata), (c) kutipan langsung berspasi satu (> 40 kata), dan (d) kutipan tidak langsung!
  4. Berikan contoh penulisan daftar rujukan dari (a) buku, (b) jurnal, (c) internet, (d) skripsi,  (e) tesis, dan (f) disertasi!
  5. Jelaskan tentang (a) sistematika makalah, (b) aturan pencetakan, dan (c) format penulisan!

Selamat mengerjakan!

TEORI PEMAHAMAN PARAGRAF

TEORI PEMAHAMAN PARAGRAF

 

A.  Penalaran dalam Paragraf

Penalaran dalam paragraf adalah logika yang digunakan penulis untuk mengembangkan paragraf sehingga gagasan yang ingin disampaikan kepada pembaca dapat tertuang dengan baik. Karena itu, istilah penalaran paragraf acapkali disebut sebagai pola pemgembangan paragraf. Di satu pihak, “dia” sebagai istilah penalaran atau proses berpikir, tetapi di pihak lain sekaligus digunakan sebagai metode di dalam mengembangkan gagasan-gagasan paragraf. Dalam berbagai soal ujian pun seringkali kedua istilah ini (penalaran paragraf dan pola pengembangan paragraf) disamakan saja.

Berikut ini beberapa pola penalaran paragraf yang sering disebut- sebut dalam berbagai soal ujian.

 

1.   Induksi

Induksi adalah proses berpikir yang dimulai dari satu atau beberapa fakta-fakta individual atau fenomena-fenomena khusus untuk ditarik sebuah simpulan (inferensi). Penalaran induksi sering disebut sebagai corak berfikir ilmiah karena sebelum menemukan simpulan, fakta individual dan fenomena khusus tersebut harus diteliti, dicermati, dan dievaluasi lebih dahulu. Paragraf yang dimulai dengan gejala khusus dan diakhiri dengan simpulan disebut paragraf induksi dan kadang-kadang disebut juga paragraf khusus umum.

Contoh :    Minyak bumi merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbarui. Sumber minyak bumi kita terbatas, sedangkan kebutuhan kita akan minyak bumi terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan industri. Jika terus menerus dikuras, sumber energi tersebur akan habis. Kita tidak dapat memperbaikinya lagi. Untuk menghindari terjadinya krisis energi, sudah saatnya kita perlu  mencari sumber energi alternatif.

 

2.   Generalisasi

Generalisasi merupakan salah satu bentuk penalaran induktif, yakni proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fenomena individual untuk menurunkan satu simpulan (inferensi) yang bersifat umum yang mencakup semua fenomena tadi. Kata sejumlah fenomena harus mendapatkan tekanan. Berdasarkan fakta-fakta kusus tersebut ditariklah simpulan umum, yang tidak hanya berlaku bagi fakta-fakta atau fenomena-fenomena yang telah disebutkan, tetapi simpulan itu juga berlaku bagi fenomena-fenomena lain yang sejenis. Jadi, paragraf generalisasi juga berbentuk khusus umum sebagaimana paragraf induksi.

Contoh :    Manusia sebagai makhluk hidup memerlukan air. Ikan adalah hewan yang hidup dengan mengandalkan air. Padi adalah tanaman sawah yang tidak dapat hidup tanpa air. Jadi semua makhluk hidup memerlukan air.

Dari contoh d iatas jelas bahwa generalisasi merupakan salah satu bentuk penalaran induksi. Manusia merupakan fakta yang mewakili spesies makhluk hidup tertentu, ikan salah satu data yang mewakili kelompok hewan, dan padi merupakan fenomena individual sebagai sampel tumbuh-tumbuhan. Berangkat dari sinilah simpulan diambil yang berlaku bagi semua jenis makhluk  hidup di luar data yang disebutkan.

Sebagai variasi, kadang-kadang penulis menempatkan gagasan umum pada awal paragraf diikuti dengan rinciannya, dan pada akhir paragraf simpulan itu diulang, walaupun tidak selalu persis. Bentuk inilah yang dikenal dengan istilah paragraf deduksi-induksi atau paragraf campuran.

 

3.   Analogi

Penalaran analogi dibedakan menjadi dua, yakni analogi induktif dan analogi deduktif. Analogi induktif adalah penalaran yang bertolak dari suatu kesamaan aktual antara dua hal, untuk diturunkan sebuah simpulan. Dengan kata lain, analogi induktif adalah pengambilan simpulan berdasarkan pengalaman. Karena kedua hal tersebut mempunyai kemiripan dalam hal-hal yang penting, mereka disumpulkan akan sama pula dalam aspek-aspek  lain yang kurang penting.

Contoh : Ramadhan adalah alumni fakultas teknik ITB. Ia memiliki reputasi dan prestasi yang luar biasa di perusahaan Fikri Company. Ia mampu mengatasi kesulitan yang diderita oleh perusahaan itu.Gagasan-gagasannya sangat cemerlan. Pada  saat penerimaan karyawan baru, perusahaan menerima Ssaskia dengan mudah karena ia juga alumni fakultas teknik ITB. Perusahaan menganggap Saskia tentu akan menjadi karyawan yang  berprestasi sebagus Ramadhan.

Analogi deklaratif sering disebut juga analogi penjelas, yakni metode untuk menjelaskan sesuatu yang baru, belum dikenal, sulit, dan abstrak dengan mempergunakan atau membandingkannya dengan sesuatu yang lama, sudah dikenal, mudah, dan konkret. Jadi analogi deklaratif lebih dekat kepada perbandingan daripada dengan induksi.

Contoh :    Bahasa Aaustronesia merupakan induk bahasa-bahasa Nusantara. Seperti halnya sebatang pohon, bahasa Austronesia merupakan batangnya yang besar. Ia  mempunyai cabang-cabang yang banyak , yakni bahasa Melayu, Tagalok, Jawa, Bugis, Bali, Dayak, Sunda, dan lain-lain. Cabang-cabang tersebut ada yang tumbuh menjadi besar ada yang kecil. Dari cabang tersebut tumbuh ranting-rantingnya yang merupakan dialek dari bahasa-bahasa tersebut. Misalnya cabang bahasa Jawa mempunyai ranting berupa bahasa Jawa dialek Surabaya, dialek Surakarta-Yogyakarta, dialek Banyumas dan lain-lain.

 

4.   Kausal

Hubungan kausal seringkali diterjemahkan dengan istilah hubungan sebab-akibat, tanpa membedakan apakah sebab mendahului akibat atau sebaliknya. Tetapi kadang-kadang dalam berbagai soal ujian dibedakan menjadi beberapa pola, yakni sebab ke akibat, akibat ke sebab, akibat ke akibat.

Sebab akibat merupakan penalaran yang dimulai dengan sebab yang bergerak menuju akibat sebagai simpulannya. Ada  sebab tunggal dengan akibat tunggal, sebab tunggal dengan akibat ganda, ada sebab ganda dengan akibat tunggal, dan sebab ganda dengan akibat ganda pula, bahkan ada pula sebab akibat berantai.

Contoh : Pemerintah berketetapan menaikkan harga BBM. Kenaikan ini membuat biaya angkutan meningkat karena pengusaha angkutan tentu tidak ingin rugi. Tidak pelak lagi semua harga kebutuhan pokok merangkak naik. Akibatnya rakyat kecillah yang paling menderita.

Paragraf di atas merupakan contoh hubungan sebab akibat berantai. Jika dibuat skema akan menjadi sebab—akibat 1 (sebab 2)—akibat 2 (sebab 3)—akibat.

Akibat-sebab adalah pola penalaran yang menempatkan akibat pada awal kemudian bergerak ke sebab yang menimbulkan akibat dalam pernyataan awal tadi. Sebagaimana hubungan sebab akibat, terdapat hubungan akibat tunggal dengan sebab tunggal, akibat tunggal dengan sebab ganda, akibat ganda dengan sebab tunggal, akibat ganda dengan sebab ganda, dan ada pula akibat sebab berantai,

Contoh :    Ia memang pantas mendapatkan prestasi sangat memuaskan. Ia begitu tekun belajar. Di kelas dia begitu antusias dalam mengikuti pelajaran. Tidak pernah dia melalaikan tugas-tugas sekolah. Waktu-waktu luang pun selalu ia pergunakan untuk membaca referensi di perpustakaan.

Paragraf di atas merupakan contoh penalaran dengan akibat tunggal dan sebab ganda.

Akibat-akibat adalah pola penalaran yang mengambil simpulan berdasarkan fakta yang sudah merupakan akibat tanpa melihat apa penyebabnya.

Contoh :    Sepulang dari pasar di kota, ibu terkejut melihat jalan menuju ke rumah becek dan berlumpur. Saluran di tepi gang itu penuh dan meluap. “Waduh gawat, kalau begitu jemuranku pasti basah semua”, pikir ibu.

 

5.   Deduksi

Penalaran deduksi merupakan kebalikan dari penalaran induksi. Dalam deduksi orang menempatkan simpulan umum pada awal paragraf kemudian diikuti dengan proposisi baru terhadap fenomena khusus berdasarkan kesamaan sifat atau keadaan seperti yang terjadi pada simpulan umum tadi. Acapkali paragraf deduksi juga disebut paragraf spesialisasi sebagai lawan dari istilah generalisasi.

Contoh :    Kesadaran akan pentingnya kelestarian lingkungan harus dimiliki oleh penduduk bumi d imana pun berada. Negara-negara “ utara” yang telah begitu banyak menyita keramahan lingkungan karena teknologinya harus mengendalikan diri. Di “selatan” manusia tidak boleh sesukanya sendiri mengeksploitasi alam untuk mengejar kebutuhannya. Kesepakatan-kesepakatan internasional yang telah kita buat semestinya menjadi panduan semua pihak, bukan hanya di negara-negara berkembang tetapi lebih-lebih bagi negara maju yang konon menjadi barometer dan panutan.

6.   Urutan

Pola urutan biasanya terjadi karena hubungan alamiah. Objek yang ingin disajikan penulis secara alamiah menuntut penyajian dalam bentuk urutan. Di samping itu, pola urutan juga bisa disebabkan oleh tuntutan logis antarobjeknya. Kita mengenal ada paragraf  kronologis, sudut pandangan, klimaks dan antiklimaks, dan proses.

a.   Kronologis

Paragraf kronologis dikembangkan berdasarkan urutan waktu terjadinya peristiwa. Pengembangan paragraf ini cocok untuk jenis narasi atau deskripsi.

Contoh :    Pukul lima pagi terdengar ledakan keras dari arah kota. Kurang lebih sepuluh menit kemudian terdengar ledakan yang kedua. Kali suaranya ini lebih dahsyat. Mungkin tempatnya lebih dekat dengan kampungku. Tidak lama kemudian disusul rentetan tembakan dan ledakan dari berbagai arah. Sebelum matahari terbit orang-orang sudah berlarian menyelamatkan diri dengan jerit dan teriakan yang memilukan di sela-sela desingan peluru dan dentuman meriam. Aku sudah tidak ingat lagi persisnya pukul berapa karena aku turut larut dalam hiruk pikuk itu.

 

b.   Sudut pandangan

Istilah sudut pandangan ini sebenarnya agak membingungkan. Dalam unsur intrinsik sastra kita mengenal istilah ini bersinonim dengan point of view atau cara bercerita. Di sini sudut pandangan diartikan sebagai tempat atau posisi yang dipilih penulis untuk menggambarkan objek dalam paragrafnya. Istilah ini lebih tepat disebut sebagai urutan ruang atau urutan tempat.

Contoh :    Halaman depannya ditanami rumput halus yang  terpangkas rapi. Beberapa sudut ditanami bunga-bunga yang dominan warna merah dan kuning. Persis di kanan kiri tangga teras terdapat pot bonsai besar yang mengeliat indah. Teras depan berlantai granit itu akan menyambut kehadiran tamu dengan kesejukan pertama, sebelum pintu berukir jepara terbuka menuju ruang tamu yang lapang.

 

c.   Klimaks dan antiklimaks

Pengembangan paragraf yang dimulai dari gagasan bawahan yang dianggap lebih rendah, sederhana, atau lemah dan berangsur-angsur menuju ke gagasan yang lebih tinggi, lebih penting, atau lebih kuat disebut pengembangan klimaks. Sebagai variasinya, sering penulis membuat urutan sebaliknya, dikenal dengan istilah antiklimaks.

Contoh :    Bentuk mobil van mengalami perubahan pesat. Pada awalnya mobil van berbentuk minibus misalnya VW Combi. Bentuk ini diikuti oleh mitsubhisi colt, isuzu minibus, daihatsu van, suzuki carry, dan lain-lain. Kini muncul model van dengan moncong seperti sedan, misalnya toyota kijang, isuzu panther, dan mitsubishi kuda. Bahkan kini mobil van dirancang dengan tekhnologi dan kenyamanan sedan yang mampu bersaing sebagai kendaraan pribadi yang menjanjikan kemewahan, kenyamanan, dan sekaligus ketangguhan beraksi di segala medan, misalnya kijang inova.

 

d.   Proses

Paragraf proses adalah paragraf yang disusun menurut urutan tindakan, perbuatan, langkah-langkah, cara, atau kejadian untuk menghasilkan sesuatu. Paragraf proses memiliki kemiripan dengan paragraf kronologis. Biasanya keduanya menggunakan konjungsi antarparagraf atau antarkalimat mula-mula, kemudian, setelah itu, sesudah itu, selanjutnya, dan sebagainya. Perbedaannya terletak  pada titik berat topik yang dibahas dan tujuan penulis. Pada paragraf kronologis urutan waktu menjadi tekanan utama sedangkan dalam paragraf proses urutan langkah yang dipentingkan. Di samping itu, paragraf kronologis lebih cocok untuk jenis karangan narasi atau deskripsi, sedangkan paragraf proses lebih banyak digunakan untuk karangan eksposisi.

Perhatikan contoh berikut!

Pertama-tama kita pilih bahan bakunya, yaitu kedelai yang baik. Sebelum direbus kedelai dibersihkan terlebih dahulu dengan air. Selama proses penyiapan, kedelai harus dijaga agar tidak terkena bahan kimia, misalnya sabun karena akan merusak proses peragian. Langkah berikutnya merebusnya hingga matang, kemudian membersihkan kulitnya. Setelah bersih benar kedelai ditiriskan. Tinggallah kini membubuhi ragi dan membungkusnya. Jika prosesnya lancar, sesudah dua hari tempe yang lezat dan bergizi siap dikonsumsi untuk digoreng atau dimasak dengan variasi menu yang bermacam-macam.

 

7.   Perbandingan dan pertentangan

Perbandingan dan pertentangan adalah pola pengembangan dengan cara menunjukkan kesamaan atau perbedaan dua objek/dua gagasan atau lebih dari aspek-aspek tertentu. Jika sebuah paragraf menitikberatkan pada persamaan objeknya disebut paragraf perbandingan, sedangkan jika paragraf menitikberatkan pada perbedaannya disebut paragraf pertentangan.

Dalam kenyataan, keduanya sulit dibedakan karena paragraf pertentangan memang merupakan paragraf perbandingan. Biasanya sebuah perbandingan baru disebut pertentangan jika keduanya seolah-olah berlawanan atau sengaja dibenturkan secara tajam. Misalnya, satu objek dikatakan baik objek yang lain dikatakan buruk, yang satu dikatakan murah dan yang lain disebutkan mahal dan seterusnya.

Paragraf perbandingan dan pertentangan dibedakan dua. Jika penulis mengambarkan objek pertama secara lengkap terlebih dahulu baru disusul dengan objek kedua selengkapnya, disebut paragraf perbandingan/pertentangan utuh. Jika penulis mengambarkan keduanya bergantian dalam satu paragraf, dikenal dengan istilah paragraf perbandingan/pertentangan bergantian.

Contoh paragraf perbandingan utuh :

Kota mempunyai pesona bagi kebanyakan orang. Walaupun hidup berjejal, tingkat polusi cukup tinggi, dan persaingan kehidupan begitu keras, tidak pernah menyurutkan pendatang untuk berbondong-bondong berebut “ nasi” di kota. Fasilitas yang begitu banyak dan tingginya peredaran uang di kota membuat kesulitan-kesulitan itu sebagai tantangan yang harus dilayani bukan untuk dijauhi.

Sebaliknya sebagian penduduk memilih hidup di desa. Kenyamanan udara dan kedamaian hidup kekeluargaan membuat desa menjadi tempat menambatkan sisa hidup yang menyenangkan. Kesederhanaan dan keramah-tamahan merupakan puncak kebahagiaan bagi sebagian orang yang memilih tinggal di desa.

 

Contoh paragraf pertentangan bergantian :

Dari segi kesehatan, pemakaian sabun cair dinilai oleh beberapa kalangan lebih aman daripada sabun padat. Sabun cair bisa digunakan sekali tanpa bercampur dengan orang lain. Sedangkan sabun padat bisa digunakan bergantian dengan orang lain. Dengan demikian, sabun padat memberikan peluang penularan penyakit kulit lebih besar. Hal ini tidak akan terjadi pada pemakai sabun cair. Kelemahannya, pemakaian sabun cair lebih boros daripada sabun padat. Harga sabun cair relatif mahal, sedangkan sabun padat cukup murah sehingga terjangkau oleh kantong. Tinggal mana yang akan kita pilih, sehat tetapi boros atau beresiko tetapi murah.

8.   Contoh

Dalam menguraikan idenya penulis sering memerlukan contoh agar jelas bagi pembaca. Gagasan-gagasan yang terlalu umum memerlukan ilustrasi yang konkret berupa contoh-contoh. Perlu ditekankan di sini, bahwa contoh dalam paragraf ini tidak berfungsi sebagai argumen atau bertujuan ingin membuktikan pendapat penulis seperti dalam tulisan argumentasi, tetapi sekedar alat untuk memperjelas maksud penulis. Biasanya pengalaman-pengalaman pribadi penulis merupakan bahan yang efektif untuk dijadikan contoh dalam paragraf.

Contoh :    Pemakaian bahan bakar yang berlebihan perlu dihindari jika kita tidak ingin mengalami krisis energi di masa mendatang. Banyak kebiasaan buruk kita yang dianggap sepele tetapi sebenarnya jika dibiarkan akan berakibat cukup fatal. Misalnya memanaskan mobil berlama-lama, selain tidak bermanfaat juga merupakan bentuk pemborosan dan kebiasaan buruk yang perlu dihindari. Mobil masa kini telah dirancang cukup canggih sehingga pemanasan cukup dilakukan antara dua sampai tiga menit. Demikian pula pemakaian listrik, kita sering membiarkan lampu menyala sepanjang hari walaupun sudah cukup terang dan tidak digunakan. Kesadaran ini perlu ditanamkan pada setiap orang sejak kecil.

 

9.   Klasifikasi

Klasifikasi adalah sebuah proses pengelompokkan objek atau sesuatu yang dianggap memiliki kesamaan tertentu. Klarifikasi bekerja dalam dua tahap yang berlawanan. Tahap pertama adalah mempersatukan objek-objek secara keseluruhan. Kemudian tahap kedua memisahkan objek-objek tersebut sesuai dengan kelompok-kelompoknya atas dasar kesamaan yang dimiliki.

Klasifikasi dalam paragraf terhadap objek yang konkret mungkin tidak sulit. Akan tetapi, kita mungkin mengalami kesulitan jika objeknya berupa gagasan-gagasan yang abstrak.

Contoh :    Ketika bahasa Indonesia masih merupakan bahasa Melayu orang sudah mulai membagi-baginya. Mula-mula dibedakan atas bahasa Melayu rendah dan bahasaMmelayu tinggi. Kemudian masih dibedakan lagi menjadi bahasa bangsawan, bahasa dalam, bahasa  dagang dan bahasa kucukan. Namun, pengelompokan ini dirasakan belum memadai. Kita masih mengetahui beda bahasa buku dengan bahasa ujaran. Sedangkan bahasa ujaran juga masih berbeda-beda antara bahasa percakapan para nelayan dengan bahasa guru, petani, atau padagang.

 

10. Definisi

Paragraf definisi berusaha menjelaskan pengertian tertentu, makna istilah, atau ilmu/pengetahuan  dengan memberikan keterangan dalam bentuk kalimat-kalimat. Termasuk di dalamnya adalah penjelasan istilah berdasarkan asal usul kata atau etimologinya dan makna leksikal atau makna kamus dari istilah tersebut.

Contoh : Istilah “demokrasi” biasanya diterjemahkan dengan kata kedaulatan rakyat. Secara harfiah kata “demokrasi” diturunkan dari bahasa Yunani “demos” yang berarti rakyat dan “kratos” yang berarti kekuasaan atau kedaulatan. Pada hakikatnya demokrasi merupakan  mentalitas, cara berpikir, bersikap, dan bertindak dalam membina kehidupan berbangsa dan bernegara yang menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan siapa pun. Oleh karena itu, rakyatlah yang memiliki kekuasaan untuk menentukan arah dan tujuan kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

B.  Bentuk Paragraf

Pembagian paragraf dapat menggunakan tolok ukur di mana penulis menempatkan kalimat utama dalam sebuah paragraf. Yang dimaksud dengan kalimat utama atau kalimat topik adalah kalimat yang mengandung gagasan utama paragraf.

Berdasarkan letak kalimat utamanya paragraf dibedakan menjadi lima macam, yakni paragraf deduktif, induktif, deduktif-induktif, ineratif, dan deskriptif atau naratif.

 

1.   Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak pada awal paragraf. Pengertian awal paragraf ini tidak harus diartikan pada kalimat pertama. Mungkin pada kalimat kedua atau beberapa kalimat pada bagian awal walaupun bukan kalimat pertama.

Contoh :    Kebudayaan Indonesia akhir-akhir ini mempunyai dua arah kecenderungan yang berlawanan atau paradoks. Di satu pihak kebudayaan berkembang secara linear manuju modernisasi sejalan dengan perkembangan ekonomi dan iptek. Di pihak lain ada kecenderungan terjadi kebudayaan “daur ulang” (recycling), yaitu penggalian kembali bentuk, aspek, dan nilai-nilai kebudayaan lama.

 

2.   Paragraf induktif adalah bentuk paragraf yang menempatkan kalimat utama pada bagian akhir. Biasanya kalimat utama pada paragraf induktif menggunakan kongjungsi penyimpul antarkalimat, seperti jadi, maka, dengan demikian, akhirnya, dan lain-lain.

Akan tetapi, kebiasaan ini bukan sesuatu yang mutlak. Kita perlu mencermati tingkat kepentingan setiap gagasan yang terdapat dalam paragraf tersebut. Bentuk paragraf induktif ini sangat efektif untuk mengemukakan argumentasi.

Contoh :    Secara umum dapat saja dikatakan bahwa pesatnya pertumbuhan penduduk di negara-negara selatan merupakan salah satu penyebab utama kerusakan lingkungan. Meskipun demikian, dalam mentuk interpretasiyna yang naif, penonjolan angka pertumbuhan penduduk ini bisa menyelubungi fakta yang sesungguhnya. Justru penyebab utama kerusakan lingkungan adalah industrialisasi yang tak terkendali di negara-negara utara.

 

3.   Paragraf deduktif-induktif adalah paragraf yang menempatkan kalimat topik pada awal sekaligus akhir paragraf. Kalimat terakhir merupangan pengulangan atau penegasan kalimat utama. Dalam praktiknya kalimat terakhir tidak selalu persis dengan kalimat pertama tetapi mungkin mengambil bentuk variasi dengan inti gagasan yang tetap sama.

Contoh :    Perkembangan di bidang teknologi dan komunikasi membawa dampak luas dalam kehidupan manusia. Dengan kemajuan teknologi, manusia bisa memperoleh kemudahan yang sebelumnya tak pernah terpikirkan. Kemajuan komunikasi mengakibatkan dunia ini seolah-olah  menjadi semakin sempit. Di berbagai belahan dunia manusia bisa melakukan komunikasi langsung tanpa hambatan jarak. Jadi, revolusi kehidupan telah terjadi karena pencapaian kemajuanm teknologi dan komunikasi tersebut.

 

4.   Paragraf ineratif  secara teoretis diartikan paragraf yang mempunyai kalimat topik pada bagian tengah. Kalimat pertama seolah-olah merupakan pengantar untuk menuju pada puncak. Kemudian, sesudah bagian puncak ini penulis masih menambahkan kalimat-kalimat penjelas lagi. Jenis paragraf ini jarang ditemukan dan kurang lazim digunakan.

Contoh :    Awalnya terjadi pertentangan terhadap kebijakan pemakaian seragam itu. Sebagian menilai keseragaman merupakan simbol pembelengguan terhadap kebebasan. Mereka mengira kebebasan adalah segalanya. Tetapi akhirnya mereka sadar, ternyata berseragam lebih nyaman daripada berpakaian bebas yang mengakibatkan persaingan negatif. Dengan berpakaian seragam tidak tampak perbedaan mencolok antara si kaya dan si miskin. Dengan pakaian seragam dapat tereliminasi kecemburuan sosial di antara sesama teman.

 

5.   Paragraf naratif/deskriptif adalah bentuk paragraf yang tidak memiliki kalimat topik atau kalimat utama. Akan tetap,i tidak berarti paragraf deskriptif/naratif tidak mempunyai gagasan utama. Penulis menempatkan gagasan utamanya tersebar dalam seluruh kalimat. Untuk menemukan gagasan utamanya, pembaca harus mengambil simpulan dari seluruh kalimat yang ada.

Contoh :    Cahaya matahari pagi menerobos lewat celah dedaunan dan ranting-ranting pohon. Embun pagi yang jernih memantulkan cahaya kemilau bak mutiara bergelayutan di leher gadis ayu yang gemulai. Kicau burung bersahutan mengabarkan desir hari yang mulai merambat. Sejuknya angin pagi menyapa bumi dengan keramahan yang alami.

Pada contoh di atas tidak ada kaliman yang dipentingkan. Seluruhan kalimat bersama-sama mendukung gagasan utama paragraf, yakni pagi hari yang indah.

 

C.  Jenis Paragraf Berdasarkan Sifat dan Tujuannya.

Ada lima macam jenis paragraf berdasarkan sifat dantujuannya, yakni deskripsi, narasi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi.

 

1.   Deskripsi

Kata deskripsi berasal dari verba  to describe (Ing.) yang artinya menguraikan, merinci, memerikan, melukiskan. Paragraf deskripsi adalah paragraf yang bertujuan memberikan kesan/impresi kepada pembaca terhadap objek, gagasan, tempat, peristiwa, dan semacamnya yang ingin disampaikan penulis. Dengan deskripsi yang baik pembaca dapat dibuat seolah-oleh melihat, mendengar, merasakan, atau terlibat dalam peristiwa yang  diuraikan penulis baik secara inderawi, logika, maupun emosi. Hampir semua jenis wacana secara utuh melibatkan  paragraf deskripsi untuk memberikan penjelasan dan ilustrasi atas gagasan-gagasan dalam wacana tersebut.

Berdasarkan kesan atau impresi yang dialami pembaca paragraf deskripsi dibedakan dua, yakni deskripsi ekspositoris dan deskripsi impresionostis. Deskripsi ekspositoris lebih banyak melibatkan kesan berdasarkan logika dan pikiran pembaca. Objek yang memerlukan rincian angka dan ukuran-ukuran detail lebih cocok untuk disampaikan dengan deskripsi ekspositoris. Karena sifatnya yang demikian jenis deskripsi ini sering rancu dengan paragraf eksposisi.

Contoh   :

Pertempuran di Atlantik Selatan antara Argentina dan Inggris selama dua bulan lebih itu menelan banyak korban. Inggris kehilangan 228 orang. Termasuk 19 prajurit pilihannya, tiga penerbang, dan dua awak helikopter. Pesawat yang hilang adalah delapan Harrier (lima ditembak jatuh, tiga mengalami kecelakaan) dan sebelas helikopter. Kapal yang menjadi korban tidak kurang dari 17 buah, meliputi kapal perusak, frigat, pendarat, dan kapal peti kemas. Di pihak Argentina paling tidak tercatat 82 tentara tewas, 342 hilang, dan 106 cidera. Korban kendaraan perang Argentina meliputi 19 pesawat dan sebuah helikopter hilang, 5 buah kapal tenggelam termasuk sebuah kapal selam dan perahu nelayan.

 

Deskripsi impresionistis adalah paragraf yang menguraikan objek dengan tujuan agar memperoleh tanggapan emosional dari pembaca. Biasanya penulis memulainya dengan mengacu kesan indera kemudian merambah kepada keterlibatan emosi pembacanya. Namun, tidak jarang deskripsi impresionistis melibatkan kesan logika terlebih dahulu, kemudian bergerak menimbulkan rasa haru dan melibatkan emosi pembaca.

Contoh   :

Ia terlentang seharian di atas trotoar panas itu. Tubuhnya yang tinggal tulang terbalut kulit itu tertutup oleh pakaian kotor dan dekil yang telah robek di sana sini sehingga perutnya yang kempis itu menyeringai dari sela-sela baju. Bau anyir menyeruak dari borok di kedua kakinya yang melebar dengan warna merah kecoklatan bercampur dengan nanah yang meleleh dikerumuni lalat yang berjejal seperti cendol. Setiap arang yang lewat di dekatnya menutup hidung dan menghindar dari bau yang menyengat itu. Sebentar-sebentar ia menggaruk-garuk bagian tubuhnya yang dipenuhi kudis dengan kukunya yang panjang dan hitam itu meninggalkan baluran-baluran merah memanjang.

 

2.   Narasi.

Narasi (naration) secara harfiah bermakna kisah atau cerita. Paragraf narasi bertujuan mengisahkan atau bercerita. Paragraf narasi acapkali mirip dengan paragraf deskripsi. Bedanya, narasi mementingkan urutan (biasanya kronologis), memiliki tokoh, dan terdapat konflik di dalamnya. Walaupun tidak tampak tajam, konflik ini merupakan bagian penting dari sebuah narasi.

Paragraf narasi bukan hanya terdapat pada karya fiksi (cerpen dan novel)  tetapi narasi juga dikenal dalam tulisan ilmiah, misalnya biografi atau autobiografi dan analisis proses.

Contoh   :

Tahun 1977 Dr. Asvarez dan rekan-rekannya dari universitas  California , Berkeley mendapati saesuatu yang aneh. Ketika sedang meneliti lapisan lumpur di Italia-sebagaimana yang mereka lakukan di Denmark sebalumnya-mereka menemukan kandungan iridium berkadar tinggi di antara pembatas dua lapisan lumpur itu. Pada tahun berikutnya kapal peneliti AS Glomar Challenger Two juga menemukan iridium berkadar tinggi di perairan New Mexico bagian utara. Bahan yang hanya bisa ditemukan dalam jumlah sedikit di muka bumi ini diyakini dari pecahan meteorit angkasa luar yang secara perlahan mengumpul sejak jutaan tahun yang lalu.

 

3.   Eksposisi

Paragraf eksposisi bertujuan memaparkan, menjelaskan, menyampaikan penyuluhan/informasi, mengajarkan, dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan atau desakan agar pembaca menerima atau mengikutinya. Paragraf eksposisi tepat untuk menyajikan pengetahuan/ilmu baru, definisi, pengertian, langkah-langkah, metode, cara dan proses. Sebagian besar buku teks dan pelajaran berbentuk eksposisi.

Contoh   :  Rokok, alkohol, dan narkotika adalah tiga jenis bahan yang sama-sama dapat mengakibatkan ketergantungan fisik dan psikhis para pemakainya, walaupun dengan kadar yang berbeda-beda. Penggunaan salah satu dari ketiganya dalam waktu yang lama, sering, dan terus menerus dapat menimbulkan kebiasaan dan meningkat menjadi ketagihan. Zat-zat kimia yang dikandung oleh rokok, alkohol, dan narkotika akan mempengaruhi metabolisme tubuh manusia dan menimbulkan ketergantungan dan kebutuhan fisik. Zat-zat yang menimbulkan ketergantungan fisik ini disebut zat adiktif.

  1. Argumentasi

Istilah argumentasi diturunkan dari verba to argue (Ing) artinya membuktikan, atau menyampaikan alasan. Paragraf argumentasi bertujuan menyampaikan alasa. Paragraf argumentasi bertujuan menyampaikan gagasan, ide, pendapat, konsepsi, atau opini penulis disertai data sebagai bukti dan alasan untuk meyakinkan pembaca atas kebenaran gagasan itu. Dengan argumentasi penulis berusaha mempengaruhi jalan pikiran pembaca agar menerima kebenaran yang dikemukakannya. Proses dalam sebuah sidang peradilan merupakan salah satu contoh perbantahan dan adu argumentasi antara jaksa penuntut dan pembela. Kedua belah pihak ingin membuktikan kebenaran menurut versi masing-masing dengan membawa barang bukti, menghadirkan saksi, dan pengakuan terdakwa atauy yang berperkara sebagai alat untuk meyakinkan hakim agar mengambil keputusan seperti yang diinginkan masing-masing pihak. Simpulan merupakan salah satu ciri argumentasi.

Contoh   :

Masih ada solusi yang baik untuk mengatasi polemik kapal ikan di perairan kita. Penambahan jumlah kapal besar di perairan Sulawesi, Maluku, dan Irian tidak perlu diikuti dengan pemindahan kapal kecil ke wilayah lain. Membatasi impor kapal kapal ikan juga kurang menguntungkan jika kenyataannya wilayah perairan kita memerlukan tambahan untuk dapat mengeksploitasi secara optimal. Yang terpenting adalah rasionalisasi jumlah dan ukuran kapal sesuai dangan pemberlakuan wilayah fishing ground dan fishing base.

 

5.   Persuasi

Kata persuasi diturunkan dari verba to persuade (Ing) yang artinya membujuk atau menyarankan. Paragraf persuasi merupakan kelanjutan atau pengembangan argumentasi. Persuasi mula-mula memaparkan gagasan dengan alasan untuk meyakinkan pembaca, kemudian diikuti dengan ajakan, bujukan, rayuan, imbauan, atau saran kepada pembaca. Beda argumentasi dan persuasi terletak pada sasaran yang ingin dibidik oleh paragraf tersebut. Argumentasi menitikberatkan sasaran pada logika pembaca sedangkan persuasi pada emosi/perasaan pembaca walaupun tidak melapaskan logika. Persuasi yang baik akan diawali atau disertai dengan argumentasi yang baik pula. Sebuah persuasi tanpa argumentasi akan mirip iklan atau akan menghasilkan paragraf yang bombastis. Sebuah persuasi dapat berkembang menjadi agitasi dan provokasi.

Contoh   :

Setiap detik penduduk di bumi bertambah lima jiwa. Bisa dipastikan bahwa pertumbuhan penduduk yang demikian pesat akan menjadi masalah global. Bumi tempat kita bermukim ini adalah makhluk terbatas. Mulai dari penyediaan ruang hunian sampai dengan penyediaan sumber daya alam yang memiliki keterbatasan. Oleh karena itu, semua pihak harus sadar akan bahaya tersebut. Di satu sisi kita perlu mengendalikan pertambahan penduduk dan di sisi lain kita harus berusaha keras mencari penemuan-penemuan baru untuk memenuhi tuntutan kehidupan yang tak terelakkan tersebut.

 

  1. Kohesi dan Koherensi

 

Kohesi dalam istilah IPA diartikan tarik-menarik antarmolekul yang sejenis, misalnya molekul air dengan molekul air. Di dalam paragraf, kohesi merupakan tarik-menarik antar- unsur paragraf, yakni kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, dan kalimat dengan kalimat, bahkan paragraf dengan paragraf. Jika tarik-menarik antarunsur ini  mampu menjalin hubungan yang serasi, kompak, dan menimbulkan pengertian yang baik, maka muncullah koherensi paragraf. Dengan kata lain koherensi adalah keserasian dan kekompakan yang tercipta oleh adanya kohesi dalam paragraf.

Ada beberapa penanda kohesi yang sering digunakan dalam paragraf.

 

1.   Pengulangan Unsur yang Sama

Untuk menandai pertalian antarkalimat dalam satu paragraf sering kita temukan kata atau frase yang ditulis berulang dalam kalimat-kalimat berikutnya. Pengulangan ini menandai hubungan yang kohesif antarunsur-unsur tersebuyt. Istilah lain dari pengulangan unsur adalah paralelisme.

Contoh   :  Terumbu karang di beberapa wilayah mengalami kerusakan. Padahal terumbu karang merupakan tempat kehidupan biota laut yang penting. Karena ulah beberapa nelayan yang menangkap ikan dengan bahan peledak kelangsungan hidup terumbu karang tersebut terancam. Bahkan di beberapa wilayah perairan di Indonesia, kerusakan terumbu karang  tersebut sudah mencapai titik kritis.

 

2.   Penggunaan Kata Ganti atau Ponomina

Kata ganti sangat efektif untuk menandai pertalian antarkalimat dalam paragraf atau wacana. Termasuk di dalamnya kata ganti orang/pronomina dan kata ganti tunjuk. Jika kata yang digantikan mendahui kata ganti disebut hubungan anaforis, dan jika kata ganti mendahului kata yang digantikan disebut hubungan kataforis.

Contoh   :

a.      Titik membeli mobil baru. Ia mengendarainya untuk berwisata ke Bali.

b.      Dengan mobil barunya itu Titik berwisata ke Bali.

c.       Boyke akan menjemput Tria. Ia sudah berpakaian rapi.

Pemakaian ia pada kalimat pertama merupakan penanda kohesi anaforis karena mengacu pada kata Titik sebagai anteseden yang mendahuluinya. Sedangkan –nya pada contoh kedua merupakan penanda kohesi kataforis. Contoh ketiga tidak hohesif karena kata ganti  ia  membingungkan pembaca, siapa yang sudah berpakaian rapi. Boyke atau Tria?

 

  1. Penggunaan Penanda Koreferensi

Penanda kohesi sering menggunakan kata yang maknanya berbeda dengan kata yang diacunya. Akan tetapi, kedua kata itu mengacu pare referen yang sama atau menunjuk pada sesuatu yang sama.

Contoh   :  Pagi-pagi Pak Hamid telah berangkat ke sawah. Petani yang rajin itu memikul bajak seraya menggiring dua ekor lembu.

Kedua kalimat itu koheren dan kohesif karena Pak Hamid dan petani mengacu kepada referen yang sama.

 

  1. Persesuaian Alami

Kadang-kadang dalam sebuah paragraf kita temukan kata yang memiliki hubungan persesuaian alami. Walaupun kedua kata berbeda maknanya, mereka merujuk pada satu kumpulan yang sama.

Contoh   :  Ayah mempunyai kuda sumbawa yang bagus. Paman memiliki dua ekor.

 

5.   Hubungan Metafora

Hubungan metafora mirip dengan hubungan koreferensi. Kedua kata atau frasa dalam paragraf mempunyai bentuk dan arti yang berbeda tetapi ada semacam pertalian makna kias dan makna lugas.

Contoh   :  Tidak mengherankan jika Erna sekarang tumbuh menjadi gadis cantik. Dulu ibunya memang bunga desa yang menjadi incaran para pemuda.

 

  1. Penggunaan konjungsi.

Konjungsi merupakan penanda kohesi yang paling produktif digunakan penulis untuk menjalin hubungan antarklausa dalam kalimat majemuk, antarkalimat dalam paragraf, dan antarparagraf dalam wacana yang lengkap. Ada bermacam-macam hubungan yang dinyatakan dengan konjungsi sebagai penanda kohesi, antara lain :

a.   Hubungan sebab akibat atau akibat sebab yang ditandai dengan konjungsi sebab, sebab itu, karena, karena itu, oleh karena itu, maka, maka itu.

Contoh : Kita perlu biaya banya untuk menanggulangi bencana tersebut. Oleh karena itu, kita harus bergotong royong.

b.      Hubungan pertentangan, ditandai dengan konjungsi tetapi, namun.

Contoh : Harga beras sudah murah tetapi persediaan di pasar masih kurang.

c.       Hubungan pengutamaan, dinyatakan dengan konjungsi malahan, bahkan.

Contoh : Mereka sangat apresiatif terhadap pertunjukan itu, bahkan banyak yang memberikan sumbangan spontan untuk kelangsungan kesenian tersebut.

d.      Hubungan perkecualian, dinyatakan dengan konjungsi kecuali.

Contoh : Semua siswa mengikuti gerak jalan masal itu kecuali beberapa yang sedang menderita sakit.

e.       Hubungan konsesif, ditandai dengan konjungsi walaupun, meskipun, biarpun, dsb.

Contoh : Walaupun ia anak orang kaya, ia tetap berpenampilan sederhana.

f.       Hubungan tujuan, dinyatakan dengan konjungsi agar, supaya.

Contoh : Setiap anak perlu membaca karya sastra supaya jiwanya tidak kering.

 

BAB II

APLIKASI PEMAHAMAN PARAGRAF

DALAM SOAL PILIHAN GANDA

  1. MENENTUKAN GAGASAN UTAMA PARAGRAF

 

1.      Paragraf Deduktif

Kalimat utama terletak pada awal paragraf.

Contoh

Pendidikan merupakan alat strategis untuk merebut masa depan. Artinya, pendidikan merupakan usaha sadar generasi masa kini untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depannya. Kita sadar bahwa zaman selalu berubah. Apa yang dihadapi generasi masa kini berbeda dengan yang dihadapi generasi masa depan. Dari fakta di seluruh dunia, bangsa-bangsa yang maju adalah bangsa yang mampu mempersiapkan SDM-nya melalui pendidikan yang berkualitas seperti Jepang, Korea, Singapura, dll. Padahal negara-negara itu termasuk miskin dalam SDA.

Gagasan pokok paragraf di atas terletak pada awal paragraf. Perhatikan dengan saksama, bahwa kalimat-kalimat yang lain berfungsi sebagai penjelas, semua memperkuat argumen bahwa pendidikan merupakan alat strategis untuk merebut masa depan.

Contoh soal

Rakyat menunggu pemerintah menurunkan harga BBM. Ketika harga minyak dunia melonjak hingga lebih dari USD $ 120 per barel, harga premium dalam negeri ditetapkan Rp 6.000,00 per liter. Itu pun sudah dengan subsidi. Kini harga minyak dunia turun drastis hingga mencapai level USD $58 per barel. Padahal kondisi ekonomi rakyat akibat kenaikan BBM sduah memprihatinkan. Mestinya, minyak dalam negeri bisa kembali ke level Rp 4.500,00 hingga Rp 5.000,00.

Gagasan pokok paragraf di atas adalah

a.       rakyat menunggu penurunan harga BBM

b.      lonjakan harga minyak dunia hinga lebih dari USD $120 per barel

c.       subsidi harga BBM dalam negri

d.      penurunan minyak dunia saat ini USD $ 58 per barel

e.       kondisi ekonomi rajyat memprihatinkan akibat kenaikan harga BBM

Kunci jawabannya adalah A kerena gagasan pokok terdapat pada awal paragraf. Jadi, jika pertanyaan berubah menjadi “Apakah kalimat utama paragraf di atas?” jawabannya adalah Rakyat menunggu pemerintah menurunkan harga BBM.

2.      Paragraf Induktif

Kalimat utama terletak pada akhir paragraf

Contoh

Berita itu diawali dengan kejadian sederhana. Seorang siswa kelas 12 menegur keras siswa kelas 10 yang tidak menaati peraturan. Teguran itu sampai berupa tindakan fisik dengan maksud membuat jera. Berita yang berkembang di sekolah, kelas 10 di tampar kelas 12. Sampai di luar sekolah berita berubah kelas 10 dipukuli kelas 12. Semakin jauh berita kembang menjadi terjadi penganiayaan terhadap kelas 10. Memang, bias sebuah berita akan berbanding lurus dengan jauhnya sumber kejadian.

Gagasan pokok paragraf di atas terdapat pada kalimat terakhir, yakni Memang, bias sebuah berita akan berbanding lurus dengan jauhya sumber kejadian. Konjungsi semacam memang, jadi, oleh karena itu, akhirnya, maka, akibatnya, akhirnya, dan sejenisnya acapkali menjadi indikator sebagai penyimpul paragraf.

Contoh soal

Sumber energi fosil merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbarui. Sumber energi ini antara lain berupa minyak bumi, batu bara, LPG. Ladang-ladang produksi di Indonesia sudah banyak dieksploitasi. Kapasitas produksinya semakin menurun, seraya kebutuhan akan energi semakin meningkat. Oleh karenanya, sudah saatnya kita mencari sumber energi alternatif jika kita tidak ingin mengalami krisis energi.

Ide pokok paragraf di atas adalah ….

a.       Sumber energi fosil tidak dapat diperbarui.

b.      Jenis-jenis sumber energi fosil

c.       Banyaknya eksploitasi pada ladang produksi di Indonesia

d.      Penurunan kapasitas produksi sumber energi di Indonesia

e.       Sudah saatnya kita mencari sumber energi alternatif

 

Kunci jawabannya adalah E. Paragraf di atas merupakan paragraf persuasi dengan dimunculkannya kalimat, Oleh karenanya, sudah saatnya kita mencari sumber energi alternatif jika kita tidak ingin mengalami krisis energi. Seandainya paragraf di atas berhenti pada kalimat keempat, gagasan paragraf terdapat pada kalimat, Sumber energi fosil merupakan sumber energi yang tidak dapat diperbarui. Jenisnya menjadi paragraf eksposisi. Dengan munculnya kalimat persuasi pada akhir, maka  paragraf tersebut berubah menjadi paragraf persuasi. Konjungsi oleh karena itu merupakan indikator kalimat utama paragraf.

3.      Paragraf Deduktif-Induktif (Campuran)

Gagasan pokok paragraf terdapat pada awal sekaligus akhir paragraf.Orang sering “salah kaprah” menamainya paragraf campuran. Bentuknya dapat berupa pengulangan kalimat pertama, atau kedua kalimat (pertama dan terakhir) dirangkaikan sebagai simpulan gagasan pokok paragraf.

Contoh

Kebijakan ekonomi nasional harus berpihak kepada rakyat. Kemerdekaan bertujuan untuk menyejahterakan kehidupan rakyat. Peraturan dan perundang-undangan yang ditetapkan oleh DPR dan pemerintah tidak boleh hanya berpihak pada kepentingan kapital besar yang justru berpotensi besar juga terjadinya kolusi, korupsi, dan nepotisme. Jika itu yang terjadi rakyat akan mengalami kemiskinan dan kesengsaraan. Maka, rakyat kecillah yang harus menjadi fokus perkonomian nasional.

Gagasan pokok paragraf di atas terdapat pada kalimat pertama dan terakhir. Kalimat terakhir pada dasarnya merupakan  pengulangan kalimat pertama dengan sedikit perubahan redaksional.

Contoh soal

Perkelahian pelajar harus dihindari. Kerakter remaja yang reaksioner dan mudah tersinggung merupakan pemicu terjadinya perkelahian. Bermula dari masalah-masalah sepele, seperti saling memandang dengan melotot atau mencibir, berebut pacar, tersempet di jalan       tidak sengaja, dll kemudian berubah menjadi perkelahian antarsekolah. Ini merupakan pebuatan yang sangat tercela dan membahayakan.

Gagasan utama paragraf di atas adalah ….

a.       Perkelahian pelajar harus dihindari.

b.      Karakter remaja yang reaksioner mengakibatkan terjadinya perkelahian pelajar.

c.       Pelajar yang berkelahi disebabkan oleh masalah-masalah yangsepele.

d.      Perkelahian pelajar harus dihindari karena tercela dan membahayakan.

e.       Faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya perkelahian pelajar.

Kunci jawabannya adalah D karena kalimat pertama dan terakhir merupakan simpulan dari gagasan pokok paragraf.

4.      Paragraf Deskriptif (Naratif)

Paragraf ini tidak memiliki kalimat utama. Gagasan pokoknya tersebar pada seluruh kalimat. Untuk menentukannya harus menyimpulkan seluruh isi paragraf. Umumnya paragraf ini merupakan sebuah deskripsi (lukisan/rincian) atau narasi (kisahan).

Contoh

Matahari pagi belum sepenggalah. Sinarnya menghangatkan alam. Embun yang menempel di dedaunan memantulkan cahaya berbinar-binar dan berseri. Angin gunung berhembus sepoi, sejuk dan nyaman menyapa setiap insane. Burung burung berlompatan pada ranting-ranting sambil bercereceh riang.

Gagasan pokok paragraf di atas adalah Pagi yang indah di di lereng gungung. Simpulan ini berdasarkan semua fenomena kalimat yang mendukung suasana nyaman dan indah. Ungkapan “angin gunung” menandakan bahwa peristiwa itu terjadi di lereng gunung bukan di perkotaan atau di pantai.

Contoh soal

Ketika kecil kehidupan Paidi sangat sederhana, bahkan bisa dikatakan menderita.Ayahnya telah meninggal saat ia masih dalam kandungan. Ia anak bungsu dari lima bersaudara. Ibunya bekerja sebagai pedagang jamu racikan di pasar-pasar desa. Setelah remaja ia menumpang di rumah salah satu saudaranya yang menjadi blantik, pedagang sapi. Ia disekolahkan tetapi harus bekerja keras memelihara puluhan ekor sapi sepulang sekolah. Kondisi ini membuatnya menjadi manusia yang ulet, tekun, tabah, dan pantang menyerah. Setelah dewasa ia menjadi pengusaha yang sukses. Namun sayAing, ibunya belum sempat menikmati kesuksesannya karena telah meninggal saat ia 12 tahun.

Gagasan pokok paragraf di atas adalah ….

a.       Penderitaan Paidi ketika masih kecil.

b.      Paidi hidup sukses sebagai pengusaha

c.       Riwayat hidup kesuksesan Paidi

d.      Keuletan, ketekunan, ketabahan Paidi pantang menyerah

e.       Ibunya tidak turut menikmati kesuksesan Paidi

Kunci jawabanya adalah C, paragraf di atas merupakan narasi dan kisah perjalanan dan riwayat hidup Paidi dari kecil hingga mencapai sukses.

5.      Paragraf Ineratif

Gagasan utamanya terletak di tengah paragraf. Secara teoretik memang ada, tetapi dalam praktiknya amat jarang kita temukan paragraf ineratif.

Contoh

Peserta pemilu kali ini lebih dari 140. Partai-partai baru bermunculan dengan adanya kebebasan berorganisasi dan berserikat. Partai lama yang tidak memenuhi persyaratan perolehan suara pada pemilu yang lalu dipoles dan berganti nama baru. Fenomena ini sesunggunya hanya akan membingungkan rakyat. Betapa tidak, sebegitu banyak partai yang harus dipilih. Rakyat pun tidak banyak tahu apa, siapa, dan bagaimana mereka. Yang diketahui hanya bertebarannya gambar-gambar, poster, dan slogan para pengurus partai yang berebut simpati rakyat agar dipilih menjadi anggota dewan.

Gagasan pokok paragraf di atas adalah Banyaknya partai politik membingungkan rakyat. Kalimat 1 – 3 merupakan pengantar, kalimat 5 – 6 merupakan penjelasan tambahan mengapa rakyat bingung.

Contoh soal

Jumlah penduduk di Indonesai berkembang sangat cepat. Ketika program keluarga berencana ditinggalkan oleh penggagasnya, Suharto, KB menjadi sesuatu yang patut ditinggalkan pula. Berbagai argumen yang sering dibumbui kepercayaan dan agama memperkuat gejala itu. Akibatnya, tuntutan akan kebutuhan perumahan menjadi tidak terkendali. Jumlah penduduk yang banyak tentu memerlukan perumahan yang banyak pula. Sawah dan ladang produktif pun berubah menjadi beton dan tembok.

Gagasan pokok paragraf di atas adalah ….

a.       Cepatnya perkembangan penduduk di Indonesia saat ini.

b.      Kebutuhan perumahan tidak terkendali akibat cepatnya perkembangan penduduk

c.       Kegagalan program KB setelah ditinggalkan Suharto.

d.      Agama dijadikan argumen untuk meninggalkan program KB

e.       Berubahnya sawah dan ladang produktif perumahan

Kunci jawabanya adalah B. Kalimat 1 – 3 merupakan pengantar. Kalimat 5 – 6 merupakan penjelasan tambahan bagaimana tuntutan perumahan tidak terkendali.Konjungsi akibatnya  juga merupakan indikator bahwa paragraf itu ingin menegaskan akibat pertumbuhan penduduklah yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca.

B.     LATIHAN SOAL PILIHAN GANDA: MENENTUKAN IDE POKOK PARAGRAF

 

Pilihlah sebuah jawaban yang tepat!

1.      Kebudayaan merupakan manifestasi dari sudut pandang masyarakat terhadap dunia dan lingkungan di sekitarnya. Masyarakat yang hidup di lingkungan agraris memiliki kebudayaan yang berbeda dengan masyarakat yang hidup di tepi pantai. Alat-alat dan bangunan yang dibuat masyarakat agraris berbeda pula dengan yang dibuat masyarakat nelayan. Demikian juga, karya seni yang tercipta akan diilhami oleh alam di sekitarnya. Alam akan memperkaya keragaman budaya masyarakat yang tinggal di situ.

Kalimat utama pargraf di atas adalah

  1. Kebudayaan merupakan manifestasi dari sudut pandang masyarakat terhadap dunia dan lingkungan di sekitarnya.
  2. Masyarakat yang hidup di lingkungan agraris memiliki kebudayaan yang berbeda dengan masyarakat yang hidup di tepi pantai.
  3. Alat-alat dan bangunan yang dibut masyarakat agraris berbeda dengan yang dibuat masyarakat nelayan
  4. Demikian juga karya seni yang tercipta, akan diilhami oleh alam di sekitar masyarakat tersebut.
  5. Alam akan memperkaya keragaman budaya masyarakat tersebut.

2.      Masyarakat menunggu-nunggu turunnya harga BBM. Ketika harga minyak dunia melonjak sampai lebih dari USD 120$ per barel, Harga minyak dalam negri melambung sampai Rp 6.000,- untuk jenis premium. Masyarakat pun menjerit. Kini harga minyak dunia merosot tajam hingga kurang dari USD 60$ per barel. Jika harga ini diperhitungkan oleh pemerintah, harga minyak dalam negeri akan mengalami penurunan pula.

Gagasan pokok paragraf di atas adalah ….

  1. Masyarakat menunggu penurunan harga minyak.
  2. Harga minyak dunia pernah melonjak
  3. Masyarakat menjerit karena harga minyak melonjak
  4. Kini harga minyak dunia meorsot tajam
  5. Dampak penurunan harga minyak dunia

3.      Kejaksaan Agung sepertinya mengulur dan menunda-nunda eksekusi terpidana mati kasus bom Bali. Jaksa Agung mengisyaratkan eksekusi akan dilaksanakan pada minggu pertama bulan November 2008. Kenyataanya baru tanggal 9 November 2008 dini hari, ketiga terpidana itu dieksekusi. Kejaksaan Agung ingin melakukan tugas berat itu dengan cermat dan teliti. Akhirnya, kita tahu alasan penundaan itu adalah ingin segalanya berjalan dengan sempurna.

Gagasan utama paragraf di atas adalah ….

a.       Penundaan eksekusi terpidana mati oleh Kejaksaan Agung

b.      Isyarat Jaksa Agung eksekusi terpidana mati pada minggu I bulan November 2008

c.       Pelaksanaan eksekusi mati baru pada tanggal 9 November 2008

d.      Kecermatan dan ketelitian Kejaksaan Agung dalam melaksakan eksekusi

e.       Kita tahu, alasan penundaan eksekusi itu agar segalanya berjalan dengan sempurna

4.      Tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Peristiwa heroik arek-arek Surabaya pada hari itu, 63 tahun yang lalu, tercatat sebagai sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang luar biasa. Dengan senjata seadanya, mereka bertempur habis-habisan melawan sekutu yang akan mencengkeram kembali tanah air tercinta. Pantas kiranya peristiwa itu dicatat sebagai tinta emas perjuangan bangsa. Hari pahlawan memang merupakan kaca brenggala, cermin bagi generasi muda untuk meneruskan perjuangan itu dengan gigih, berjuang membangun bangsa.

Gagasan utama paragraf di atas adalah ….

a.       Tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan.

b.      Peristiwa itu merupakan perjuangan heroik arek-arek Surabaya.

c.       Perjuangan arek-arek Surabaya melawan sekutu memang luar biasa

d.      Mereka mampu melawan sekutu dengan senjata seadanya.

e.       Hari Pahlawan merupakan cermin bagi perjuangan generasi muda

5.      Melihat kasus dengan menggeneralisasikan masalah tidak selalu tepat. Sebagai contoh, kasus pernikahan Syekh Puji dengan Ulfah, seorang remaja yang baru berusia 12 tahun, oleh sebagian kalangan dinilai melanggar HAM. Ada yang lebih ekstrem lagi, kasus itu dikatakan sebagai pencabulan anak di bawah umur yang melanggar hokum positif. Setelah dilakukan klarifikasi terhadap Ulfah, ternyata si anak merasa senang menjadi istri Syekh Puji. Ia bahkan tidak mau dipisahkan dengan suaminya, karena ia merasa sangat bahagia sebagi istri Syekh yang usianya sebaya dengan ayahnya. Jadi, menyelesaikan masalah tidak dapat dilakukan dengan sudut pandang generalisasi.

Ide pokok paragraf di atas adalah ….

a.       Penyelesaian masalah tidak dapat dilakukan dengan menggeneralisasikan.

b.      Kasus pernikahan Syekh Puji dengan gadis di bawah umur.

c.       Pernikahan dengan anak dibawah umur melanggar HAM

d.      Pengakuan Ulfa yang merasa bahagia menjadi istri Syekh Puji.

e.       Sudut pandang orang bias berbeda-beda dengan yang menjalani.

6.      Rafa mengikuti alur hidupnya seperti air mengalir. Semenjak belia ia tidak suka neko-neko. Permasalahan dan problem yang dihadapi sebagai anak sekolah ia jalani dengan sederhana dan apa adanya. Ia tidak suka mendramatisasi kejadian-kejadian yang dialami. Bahkan ketika orang lain melihat prestasinya sangat istimewa karena selalu berhasil menjadi juara kelas, ia menganggapnya biasa-biasa saja. “Ah, itu kan Cuma nilai rapor. Apa sih artinya angka-angka itu, kecuali sebagai bentuk penghargaan guru kepada murid yang mau belajar dengan baik. Semua orang juga bias seperti itu kalau dia mau.”

Gagasan pokok paragraf di atas adalah ….

a.       Rafa mengikuti alur hidup seperti air mengalir.

b.      Semenjak kecil Rafa tidak suka neko-neko.

c.       Rafa menghadapi masalah dengan sederhana

d.      Sikap hidup Rafa yang sederhana dan apa adanya dalam menjalani hidup

e.       Nilai rapor yang baik menurut Rafa dapat dicapai siapa pun jika mau

7.      Pagar besi yang runcing itu mengelilingi bangunan dua lantai yang berdiri kokoh di sela-sela rimbunnya tanaman. Pintu gerbangnya mengesankan kokoh dan angkuh. Besi bakar  berwarna coklat kemerahan memancarkan kegarangan raut muka penghuninya. Namun, manakala orang menginjakkan kakinya di halaman yang luas itu, kesan tersebut akan berbalik 180 derajat. Kesejukan rumput hijau yang rapi dengan bunga bunga bermekaran, menyapa dengan senyum ramah kepada setiap orang yang datang. Master piece taman berupa bonsai yang indah meliuk melenyapkan kesan angkuh dan garang itu.

Inti paragraf di atas adalah ….

a.       Rumah berpagar besi yang berdiri kokoh

b.      Halaman rumah yang dihiasi rumput hijau dan bunga indah

c.       Suasana rumah dari luar tampak angkuh tetapi di dalam ramah

d.      Setiap tamu akan disambut dengan keramahan tanaman

e.       Bonsai merupakan master piece taman di rumah itu

8.      Bahasa merupakan cermin kepribadian seseorang. Dari berbagai penelitian terungkap bahwa sistematika orang bertutur menggambarkan sistematika cara padang dan pola pikir penuturnya. Demikian pula, pilihan kata dan istilah yang digunakan seseorang merupakan gambaran hati orang tersebut. Jika orang berpikiran negatif, ia akan selalu memilih kata dan kalimat negatif dalam menaggapi fenomena di sekitarnya. Orang lain selalu tampak salah di mata orang yang memiliki kepribadian negatif. Sudut pandang ini akan tercermin dalam sebagian besar pembicaraan orang tersebut. Demikian pula sebaliknya, jika seseorang berkepribadian positif ia akan memilih kata dan kalimat yang positif pula dalam mengomentari fenomena di sekitarnya.

Ide utama paragraf di atas adalah ….

a.       Bahasa merupakan cermin kepribadian seseorang

b.      Hasil penelitian mengungkapkan sitematika berpikir tampak pada bahasa seseorang

c.       Pilihan kosa kata dan kalimat merupakan cermin pribadi penuturnya

d.      Orang yang berpikir negative akan menuturkan sesuatu dengan negative

e.       Orang yang berpikir positif akan menanggapi fenomena dengan bahasa positif.

9.      Sementara itu, kebutuhan manusia terhadap energi semakin meningkat. Makin berkembang teknologi manusia, semakin besar pula kebutuhan energinya. Sebagian besar kebutuhan tersebut baru dipenuhi oleh minyak bumi. Di dunia ini tidak semua Negara mampu menghasilkan minyak bumi. Negara-negara maju, produsen teknologi modern sebagain besar sebagai konsumen minyak bumi dari Negara-negara berkembang.

Gagasan utama paragraf di atas adalah ….

a.       kebutuahn akan energi terus meningkat

b.      pemenuhan kebutuhan energi Negara maju

c.       perkembangan kebutuhan energi

d.      kebutuhan energi seiring dengan kemajuan teknologi

e.       negara produsen dan konsumen minyak bumi

10.  Sumber daya terdiri atas sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM). SDA meliputi kekayaan  bumi, air, udara, flora, dan fauna. SDM menyangkut kekayaan budaya, kecerdasan bangsa, etika, semangat, serta berbagai kemampuan kreativitas anak bangsa. Secara singkat dapat dikatakan bahwa SDM merupakan adalah potensi manusia yang dapat dikembangkan untuk pproses produksi.

Pokok pikiran paragraf di atas adalah ….

a.       Jenis-jenis SDA

b.      Bentuk-bentuk SDM

c.       Sumber daya terdiri atas SDA dan SDM.

d.      SDM potensi manusia yang dapat dikembangan

e.       SDM lebih beguna dalam pengembangan proses produksi

11.  Dari uji praklinik maupun klinik dapat disimpulkan bahwa pare sangat berpeluang dijadikan sumber fitofarmaka antidiabetes. Penelitian pare sebagai antidiabetes diawali dengan pembuktian secara ilmiah mengenai kemampuannya menurunkan kadar glukosa darah pada hewan uji dalam kondisi normal maupun diabetes. Dilaporkan ekstrak air buah pare menunjukkan efek hipoglikemik (menurunkan kadar glukosa darah) pada orang normal maupun diabetes yang diinduksi streptozotosin.

Pikiran utama paragraf di atas adalah ….

a.       Hasil penelitian mengenai pare terhadap penyakit diabetes

b.      Pare berpeluang diajdikan sumber fitofarmaka antidiabetes

c.       Hewan yang diuji coba dengan pare menurun kadar glukosanya

d.      Pembuktian ilmiah bahwa pare mampu menurunkan kadar glukosa darah

e.       Ekstrak air buah pare menunjukkan efek hipoglikemik orang normal dan penderita diabetes

12.  Meskipun bukan termasuk sehat, kopi memiliki efek yang baik terhadap gigi. Penelitian terbaru dari negeri Capuccino, Italia, menguatkan fakta tersebut. Carlo Prozzo dari Universitas Ancona menjelaskan bahwa senyawa yang terkandung di dalam kopi menghentikan bakteri yang menempel pada gigi sintetis. Senyawa tersebut juga efektif membasmi bakteri yang merusak gigi

Ide utama paragraf di atas adalah ….

a.       Hasil penelitian kopi di Italia

b.      Efek kopi yang baik terhadap gigi

c.       Penjelasan Carlo Prozzo mengenai kandungan kopi

d.      Kopi dapat menghentikan bakteri yang menempel pada gigi

e.       Senyawa kandunagn kopi efektif membasmi bakteri yang merusak gigi

 

C.    RAGAM SOAL TENTANG PARGRAF

Wacana berhubungan dengan soal nomor 1 dan 2

Di Tasik Malaya, seorang ibu mencatatkan namanya dalam sejarah dengan cara spektakuler. Dia, seorang diri, memapras bukit cadas liat yang panjangnya 45 meter. Dengan bergelantungan di tali rotan, ia memahat bukit cadas di timur laut Gunung Galunggung. Ia hanya bersenjatakan cangkul dan sebuah linggis. Keinginannya sederhana. Ia ingin membuat saluran yang dapat mengalirkan air dari Sungai Cilutung ke kampungnya. Keinginan itu terkabul setelah Mak eroh,  nama perempuan setengah tua dengan syaraf baja itu, bekerja tanpa putus selama 47 hari.

1.            Gagasan utama paragraf di atas adalah ….

a.       Di Tasik Malaya tercatat perempuan spektakuler.

b.      Mak Eroh memapras bukit cadas seorang diri.

c.       Mak Eroh mencatatkan namanya dalam sejarah dengan spektakuler.

d.      Perempuan bersyaraf bajaitu bernama Mak Eroh.

e.       Mak Eroh mempunyai keinginan yang sederhana.

 

2.            Pernyataan yang sesuai dengan isi paragraf di atas adalah ….

a.       Sejarah membuktikan  bahwa perempuan dapat memapras bukit seorang diri.

b.      Akhirnya keinginan perempuan setengah baya itu tercapai setelah bekerja keras.

c.       Mak Eroh lahir di Tasik malaya dengan catatan spektakuler.dalam sejarah.

d.      Mak Eroh adalah salah satu perempuan yang memiliki kekuatan bersyaraf baja.

e.       Di Tasik Malaya, kaum perempuan memapras bukit cadas dengan cara sepktakuler

 

 

Wacana berhubungan dengan soal nomor 3 dan 4

Mak Eroh adalah tamsil yang dapat kita kedepankan setiap kita hendak berbicara tentang bagaimana perempuan memandang, memahami, dan memperlakukan alam semesta. Bagi Mak Eroh, agar alam dapat dirasakan manfaatnya oleh manusia, maka hamparan keajaiban alam itu harus digarap. Akan tetapi, Mak Eroh menyadari bahwa demi kemanusiaan pula, tepatnya demi generasi mendatang, pemanfaatan alam tidak dapat dilakukan sekenanya. Ada tapal batas yang tak dapat seenaknya dilanggar. Jika tapal itu dilanggar, keseimbangan alam semesta terancam goncang. Jika itu terjadi, manusia pula yang akan menuai ulahnya.

3.            Kalimat tanya yang jawabnya sesuai dengan isi bacaan di atas adalah ….

a.       Siapakah yang membuat tamsil mengenai wanita yang memelihara alam?

b.      Mengapa Mak Eroh memiliki kesadaran memelihara lingkungan?

c.       Mengapa alam tidak dapat dimanfaatkan sekenanya?

d.      Bagaimana alam bekerja untuk kehidupan generasi mendatang?

e.       Apa yang dilakukan Mak Eroh dalam menggarap alam?

4.            Pesan penting yang diungkapkan dalam paragraf di atas adalah ….

a.       Mak eroh adalah tamsil dalam kehidupan wanita di Indonesia.

b.      Alam selalu dapat dimanfaatkan manusia untuk kehidupan yang akan datang.

c.       Alam hendaknya dimanfaatkan dengan bijaksana agar  manusia memiliki generasi penerus.

d.      Pemanfaatan alam  boleh dilakukan oleh semua wanita yang menjadi tamsil kehidupan.

e.       Pemanfaatan alam harus dilakukan dengan bijaksana agar alam dapat bermanfaat bagi kita dan generasi mendatang.

Wacana berhubungan dengan soal no 5 dan 6

Kebudayaan merupakan manifestasi dari sudut pandang masyarakat terhadap dunia dan lingkungan di sekitarnya. Masyarakat yang hidup di lingkungan agraris memiliki kebudayaan yang berbeda dengan masyarakat yang hidup di tepi pantai. Alat-alat dan bangunan yang dibuat masyarakat agraris berbeda pula dengan yang dibuat masyarakat nelayan. Demikian juga, karya seni yang tercipta akan diilhami oleh alam di sekitarnya. Alam akan memperkaya keragaman budaya masyarakat yang tinggal di situ.

5.            Gagasan utama paragraf di atas adalah ….

a.       Budaya agraris berbeda dengan budaya nelayan.

b.      Perbedaan budaya masyarakat sesuai dengan alam

c.       Sudut pandang masyarakat mewujudkan perbedaan budaya

d.      Karya seni setiap masyarakat berbeda-beda

e.       Alam memperkaya keragaman budaya

6.            Mengapa kebudayaan masyarakat agraris berbeda dengan masyarakat nelayan?

a.       Sudut pandang masyarakat agraris berbeda dengan masyarakat nelayan.

b.      Nelayan memiliki peralatan dan kesenian yang berbeda dengan petani.

c.       Petani memiliki kebudayaan yang sesuai dengan alat-alat dan bangunan yang dimiliki.

d.      Petani dan nelayan mengelola alam yang akan memperkaya keragaman budaya.

e.       Karya seni diilhami oleh kebudayaan masyarakat yang mendukungnya.

7.            Kebutuhan manusia terhadap energi dari tahun ke tahun semakin meningkat. Makin berkembang teknologi manusia, semakin besar pula kebutuhan energinya. Sebagian besar kebutuhan tersebut baru dipenuhi oleh minyak bumi. Di dunia ini tidak semua negara mampu menghasilkan minyak bumi. Negara-negara maju, produsen teknologi modern sebagain besar sebagai konsumen minyak bumi dari negara-negara berkembang. Untuk itu, sudah saatnya kita  mencari sumber energi alternatif selain minyak bumi.

Gagasan utama paragraf di atas adalah ….

a.       kebutuahn  energi terus meningkat

b.      pemenuhan kebutuhan energi Negara maju

c.       sudah saatnya kita mencari sumber energi alternatif

d.      kebutuhan energi seiring dengan kemajuan tenologi

e.       negara produsen dan konsumen minyak bumi

8.            Asap tebal menyelimuti Kota Pekan Baru selama tiga hari. Jarak pandang kurang dari lima meter. Kendaraan pun berjalan lambat. Kemacetan tampak terjadi di beberapa ruas jalan yang lebih tebal asapnya. Hal ini tentu mengganggu aktivitas sehari-hari. Bukan hanya sektor transportasi yang terganggu, tetapi otomatis sektor perdagangan dan perkantoran pun turut menanggung akibat asap ini. Orang-orang pun sangat terganggu pernapasannya. Penerbangan ke Pekan Baru dialihkan ke Bandara di kota lain.

Gagasan utama paragraf di atas adalah ….

a.       Aktivitas di Pekan Baru  terganggu

b.      jarak pandang kurang dari lima meter

c.       kemacetan terjadi di beberapa tempat

d.      penerbangan dialihkan ke bandara lain

e.       akibat asap tebal di Kota Pekan Baru

 

9.            (1)Pemanasan global merupakan akibat ulah manusia. (2)Alam diciptakan oleh Yang Maha Kuasa penuh keserasian dan keseimbangan. (3)Manusialah yang merusak keseimbangan itu karena kerakusan untuk mengeksploitasi alam secara berlebihan. (4)Penggundulan hutan, pemakaian bahan bakar fosil yang tidak terkendali, penggunaan gas freon untuk pendingin, pembuangan limbah industri dengan kadar zat kimia yang berbahaya, dan lain-lainmerupakan bentuk-bentuk keserakahan itu. (5)Hal itu menyebabkan kebocoran lapisan ozon yang menjadi pelindung bumi kita dari radiasi matahari.

Kalimat penjelas pada paragraf di atas adalah nomor ….

a.       1 – 2 – 3                                                       D. 2 – 3 – 4 – 5

b.      1 – 2 – 4                                                       E. 1 – 2 – 3 – 4 – 5

c.       1 – 3 – 5

 

10.        Penulisan kata yang sesuai dengan EYD terdapat pada kalimat ….

a.       Alam dapat memberikan keuntungan finansiil jika dikelola dengan baik.

b.      Menurut analisa para pakar pemanasan global akan terus meningkat.

c.       Negara yang diproklamirkan 64 tahun yang lalu ditebus dengan darah dan nyawa.

d.      Karena asap tebal, jadual penerbangan di Pontianak terpaksa ditunda.

e.       Pemakaian bahan bakar fosil akan meningkatkan kuantitas polusi di muka bumi.

 

Teks berhubungan dengan soal nomor 11 – 14

(1)Majunya industri keuangan syariah dan inovasi produk keuangan syariah sesungguhnya bukan hal baru. (2)Sejarah membuktikan bahwa pada masa kejayaan Islam, industri keuangan syariah ternyata juga ikut berkembang pesat. (3)Salah satu ujung tombaknya adalah jahbath. (4)Lembaga keuangan ini merupakan embrio bank syariah. (5)Menurut Nasir-i Khusraw, sejarawan asal Persia, di Kota Isfahan tercatat sekitar 200 jahbath.

11.        Kalimat utama paragraf di atas adalah ….

a. (1)                               (2)                    c. (3)                            d. (4)                            e. (5)

12.        Gagasan pokok paragraf di atas adalah ….

a.       kemajuan industri keuangan syaraiah bukan hal baru

b.      Bukti sejarah berkembangnya industri syariah  masa kejayaan Islam

c.       Jahbath sebagai ujung tombak kemajuan syariah

d.      Jahbath merupakan embrio lembaga keuangan syariah

e.       Tercatat sekitar 200 jahbath di Kota Isfahan

13.        Pernyataan yang sesuai dengan isi paragraf di atas adalah ….

a.       Kemajuan industri syariah disebabkan oleh kejayaan Islam

b.      Industri keuangan syariah sesungguhnya merupakan produk baru

c.       Industri keuangan syariah berkembang dari jahdath

d.      Ujung tombak kejayaan syariah adalah kejayaan Islam

e.       Nasir-i Khusraw sejarawan mengenai keuangan syariah

14.        Simpulan paragraf di atas adalah ….

a. Lembaga keuangan syariah sudah ada sejak masa kejayaan Islam

b.Lembaga keuangan syaraiah berpangkal dari Kota Isfahan

c. Industri keuangan syariah merupakan pendukung kejayaan Islam

d.Kejayaan Islam mengalami keamjuan berkat lembaga keuangan syariah

e. Sejarah membuktikan bahwa lembaga keuangan syariah bisa maju

Teks berhubungan dengan soal nomor 15 dan 16

(1) Akhir-akhir ini tayangan misteri di televisi sering muncul . (2) Bentuknya beragam, seperti  sinetron, tayangan interaktif, atau talk show. (3) Rating penontonnya pun mencapai lebih dari 50%. (4) Kondisi ini tentu akan menguntungkan jika ditinjau dari sisi bisnis. (5) Agaknya si penggagas acara memahami benar psikhologi masyarakat Indonesia. (6) Mereka memang ingin mengeksploitasi kondisi ini menjadi ladang bisnis yang luar biasa.

15.        Kalimat fakta pada kutipan di atas adalah ….

a. (1), (2), (3)                             c. (2), (3), (5)                           e. (4), (5), (6)

b. (1), (3), (5)                              d. (2), (4), (5)

16.        Kalimat opini pada kutipan di atas adalah ….

a. (1), (3), (5)                              c. (2), (4), (6)                           e. (4), (4), (6)

b. (2), (4), (5)                              d. (3), (4), (5)

Teks berhubungan dengan soal nomor 17 dan 18

(1)Kesadaran masyarakat untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungannya merupakan masalah yang urgen. (2)Pemerintah memiliki peran sentral untuk mencapai sasaran itu. (3)Beberapa contoh kampanye dan sosialisi yang dilakukan pemerintah bekerja sama dengan kelompok masyarakat menunjukkan peningkatan yang signifikan. (4)Ditinjau dari frekuensi kegiatan, angkanya demikian tinggi. (5)Ini menunjukkan bahwa sesungguhnya masyarakat paham akan hal intu. (6)Untuk itu, seharusnya pemerintah memiliki program yang komprehensif dan berkesinambungan.

17.        Kalimat persuasi pada kutipan di atas adalah nomor ….

a.   (1)                 b. (2)                c. (4)                d. (5)                e. (6)

18.        Kata-kata bergaris bawah pada paragraf di atas berturut-turut bermakna ….

a.       penting,  kecepatan, menyeluruh

b.      bermakna, kekerapan, berkelanjutan

c.       penting, kekerapan, lengkap

d.      berbahaya, jumlah, lengkap

e.       menguntungkan, kegiatan, lengkap

19.        Bacalah dengan saksama kutipan tajuk rencana berikut!

Ujian nasional (UN) ditetapkan sebagai salah satu tolok ukur prestasi pendidikan dasar dan menengah. Terjadinya penyimpangan dan pelanggaran dalam pelaksanaan UN tidak perlu menjadi alasan untuk dihapuskannya Sebagai bagian dari proses evaluasi pendidikan UN mempunyai peran sebagai alat kendali terhadap kualitas belajar mengajar (KBM) di sekolah. Asumsinya, jika KBM dilaksanakan dengan standar kualitas yang memadai, maka hasil evaluasinya pun akan memadai. Sebaliknya, jika KBM dilaksanakan seadanya, maka hasilnya pun tentu seadanya. UN memang diperlukan sebagai salah satu tolok ukur standar kualitas pendidikan, tetapi yang lebih penting dari itu, tuntutan kualitas tersebut perlu diikuti oleh peningkatan kualitas guru, sarana prasarana, fasilitas, dan dukungan yang lain.

Opini penulis dalam tajuk di atas adalah ….

a.       Ujian nasional merupakan tolok ukur prestasi pendidikan dasar dan menengah.

b.      Masih terjadi pelanggaran dalam penyelenggaraan ujian nasional.

c.       Terjadinya pelanggaran tidak perlu dijadikan alasan dihapuskannya ujian nasional

d.      Keberhasilan ujian nasional dipengaruhi oleh keberhasilan KBM di sekolah.

e.       Tuntutan standar ujian nasional perlu diikuti oleh peningkatan kualitas dukungan.

 

20.        Cermati dua paragraf berikut!

DPR geram terhadap hasil gelar perkara Bank Cenntury yang dilaksanakan oleh KPK. DPR tidak puas melihat kinerja KPK yang dinilai tidak sesuai dengan harapan para wakil rakyat yang sudah bekerja maraton dalam Pansus Bank Century. Lebih-lebih salah satu pimpinan KPK mengisyaratkan kasus tersebut akan dilempar ke kepolisian dan kejaksaan.

Lembaga wakil rakyat ini berniat memangkas anggaran KPK. Tampaknya langkah itu merupakan salah satu akumulasi dari kegeraman DPR. Namun, jika itu terjadi berarti DPR telah melanggar undang-undang. Di samping itu, pemangkasan anggaran bagi lembaga negara yang selama ini menjadi salah satu harapan masyarakat justru akan kontraproduktif. Anggaran yang kurang akan semakin menurunkan kualitas kinerja KPK. Rakyat bisa saja marah terhadap DPR karena harapannya yang besar akan hasil kerja KPK menjadi pupus.

Ringkasan atas dua paragraf di atas adalah ….

a.       DPR geram terhadap kinerja KPK terhadap gelar perkara masalah Bank Century.

b.      Niat DPR untuk meangkas anggaran KPK dinilai kontar produktif karena menghambat kinerja KPK.

c.       DPR geram karena KPK akan mengalihkan kasus Bank Century ke kepolisian dan kejaksaan, maka DPR akan memangkas anggaran KPK.

d.      DPR geram terhadap kinerja KPK menangani kasus Bank Century sehingga DPR berniat memangkas anggaran KPK.

e.       Pemangkasan anggaran KPK oleh DPR disebabkan kasus Bank Century oleh KPK tidak memenuhi harapan rakyat.

DAFTAR PUSTAKA

 

Alwi, Hasan. Et al. 2000. Tata Bahasa Buku Bahasa Indonesia. Jakarta :

Depatemen Pendidikan dan Kebudayaan RI.

 

Harrison, Frank R. 1999. Deducative Logic and Deskriptive Language.

Englewood Cliffs— New Jersey : Prentice — Hall Inc.

 

Keraf, Gorys. 2000. Komposisi. Ende : Nusa Indah dan Kanisius.

 

Keraf, Gorys, 1980. Tatabahasa Indonesia untuk Sekolah Lanjutan Atas.

Ende : Nusa Indah.

 

Keraf, Gorys, 1998. Tata Bahasa Rujukan Bahasa Indonesia untuk Tingkat

Pendidikan Menengah Atas. Jakarta : Grasindo

 

Keraf, Gorys, 2001. Argumentasi dan Narasi. Jakarta : Gramedia.

 

Ms, Marwoto. Et. Al. 1999. Komposisi Praktis. Yogyakarta : PT. Hanindita.

 

Mueliono, Anton M. (ed). 2004. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta :

Balai Pustaka.

 

Ramlan, M. 1998. Kata Penghubung dan Pertalian yang Dinyatakan dalam

Bahasa Indonesia Dewasa ini. Yogyakarta : Lembaga Penelitian UGM.

 

Sherman, Theodore A. Et aL. 1995. Modern Technical Writing. Englewood

Cliff –NJ : Prentice – Hall Inc.

 

Sumarlam. Ed. 2007. Analisis Wacana : Teori dan Praktik. Surakarta : Pustaka Cakra.

 

Aku cinta bahasa Indonesia

Biografi

Bahasa indonesia sebagai bahasa

persatuan dan bahasa negara

MEMBUKA BLOG

Membuka blog dari luar dan dalam. Dari dalam hanya pemilik blog yang tahu. Dari luar untuk umum.

Gembiranya hatiku

Perasaan senang meliputi suasana hatiku.
Aku telah berhasil membuat blog sederhana.
aku berharap manfaat besar dari blog ini. Amin!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.